Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Guardiola Berharap Tinggal Lebih Lama di Manchester City

Sabtu 31 Oct 2020 00:23 WIB

Red: Andri Saubani

Pelatih Manchester City Pep Guardiola.

Pelatih Manchester City Pep Guardiola.

Foto: EPA-EFE/Marc Atkins
Guardiola dispekulasikan akan kembali ke Barcelona.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pep Guardiola mengaku berharap 'tinggal lebih lama' di tengah spekulasi bakal kembali melatih Barcelona setelah salah seorang calon presiden Barcelona berikrar untuk memulangkan dia ke Nou Camp. Guardiola berada pada tahun terakhir kontraknya bersama City memunculkan perdebatan mengenai masa depannya sebelum calon presiden Barcelona Victor Font menyatakan akan memulangkan Guardiola ke klub Catalan itu.

Namun saat pernyataan Font itu dilontarkan kepada dia pada konferensi pers Jumat (30/10), Guardiola menjawab, "Saya bahagia sekali di sini. Saya senang berada di Manchester dan saya harap bisa melakukan pekerjaan dengan baik musim ini agar tinggal lebih lama."

Meskipun Guardiola telah memenangkan dua gelar Liga Premier sejak bergabung dengan City dari raksasa Jerman Bayern Muenchen pada 2016, sukses kancah Eropa ternyata sulit dicapai selama melatih di Etihad. Cedera telah mengganggu City awal musim ini sampai pasukan Guardiola menempati urutan ke-13 klasemen liga papan atas Inggris menjelang pertandingan tandang melawan Sheffield United esok Sabtu.

Guardiola mengatakan, penderitaan City itu diperparah oleh jeda pramusim yang dipersingkat dan program pertandingan yang diperas karena tuntutan pandemi virus corona. Dan itu membuatnya berpendapat Liga Premier harus kembali membolehkan lima pemain pengganti seperti berlaku pada tahap penutupan musim lalu.

"Ada statistik yang tidak mereka sangkal bahwa di Liga Premier pemain 47 persen lebih banyak mengalami cedera otot ketimbang musim sebelumnya karena tidak ada persiapan untuk sebagian besar tim dan jumlah pertandingan," kata Guardiola, dikutip AFP.

"Semua liga -Jerman, Spanyol, di mana saja- (membolehkan) lima pergantian pemain guna melindungi pemain, bukan untuk melindungi satu tim. Mudah-mudahan mereka bisa mempertimbangkan kembali dan melakukan apa yang dilakukan oleh seluruh dunia karena kami harus menyesuaikan diri dengan pandemi. situasi dan hal-hal lain," kata dia menambahkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA