Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Empat Perbedaan Cara Penyebaran Covid-19 dan Flu

Sabtu 31 Oct 2020 02:27 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Covid-19 menyebar lebih banyak  daripada flu karena orang belum memiliki kekebalan tubuh dari virus penyebab penyakit tersebut.

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Covid-19 menyebar lebih banyak daripada flu karena orang belum memiliki kekebalan tubuh dari virus penyebab penyakit tersebut.

Foto: CDC via AP, File
Covid-19 memiliki sejumlah perbedaan dengan flu, termasuk cara penyebarannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meskipun sama-sama menyebar melalui droplet, flu musiman memiliki perbedaan dengan Covid-19 dari cara penyebarannya. Selain itu, gejala flu dan infeksi SARS-CoV-2, virus corona tipe baru yang menyebabkan Covid-19 juga berbeda.

Meski Covid-19 hingga saat ini masih dipelajari lebih lanjut, para ahli setidaknya menyimpulkan virus corona berbeda penyebarannya dengan flu dalam empat hal. Dikutip dari The Sun, Jumat (30/10), berikut penjelasannya.

Kekebalan tubuh

Covid-19 menyebar lebih banyak daripada flu karena orang belum memiliki kekebalan tubuh dari virus penyebab penyakit tersebut. Apalagi, sejauh ini vaksin untuk mendukungnya pun masih belum ada.

Baca Juga

Sementara itu, flu sudah ada vaksinnya. Tapi, galur virus flu berubah saban tahun sehingga orang harus terus diimunisasi setiap tahun. Vaksinasi yang didapatkan tahun sebelumnya tidak akan memberikan perlindungan terhadap galur yang menyerang pada tahun ini.

Linsey Marr, seorang profesor teknik sipil dan lingkungan di Virginia Tech yang mempelajari virus di udara mengatakan, Covid-19 mampu menyebar secara lebih masif daripada flu.  Marr menjelaskan, faktanya belum ada kekebalan manusia terhadap virus tersebut. Oleh karenanya, ia berharap peluncuran vaksin untuk masal kelak bisa mengimunisasi kelompok yang luas.

photo
Gejala Covid-19 - (Republika)
Asimptomatik

Keberadaan pasien Covid-19 asimptomatik membuat penyakit lebih mudah menyebar. Itu karena orang yang sakit tak menyadari dirinya telah terinfeksi dan berpotensi menularkannya pada orang lain.

Jumlah pasien Covid-19 yang tak merasakan gejala, menurut para ahli, ada sekitar 40 hingga 50 persen. Sementara itu, meskipun flu juga bisa asimptomatik, masa inkubasi Covid-19 lebih panjang, yakini bisa sampai 14 hari.

Pada kasus flu, kebanyakan orang mulai memperlihatkan gejala sekitar tiga hari setelah terinfeksi. Alhasil, masa jendela yang membuat mereka tak sadar dapat menularkan penyakitnya lebih singkat.

Ada beberapa persamaan dari gejala antara flu dan Covid-19, yaitu demam dan batuk. Tetapi, jika flu lebih ke batuk kering, Covid-19 lebih ke batuk terus-menerus. Selain itu, penderita flu bisa merasa sakit kepala dan kehilangan nafsu makan.

Penyebaran virus
Marr menjelaskan, seseorang yang terkena flu kemungkinan besar menularkannya, rata-rata kepada satu hingga 1,3 orang. Namun demikian, hal itu berbeda jika menyangkut Covid-19. Ia menyebut, penyebaran pada Covid-19 bisa meningkat menjadi dua hingga 2,5 orang.

Menurut Marr, Covid-19 bisa menyebar dengan mudah, karena langkah-langkah yang dilakukan oleh masyarakat kurang tepat. Orang cenderung kurang menjaga jarak sosial, abai dalam penggunaan masker, serta tak disiplin mencuci tangan.

photo
Beda gejala alergi dengan Covid-19. - (Republika)
Anak-anak
Perbedaan terakhir dalam cara penyebaran flu dan Covid-19 dapat ditemukan pada anak-anak. Berdasarkan penelitian ekstensif, penularan virus corona memiliki perbedaan tingkatannya pada anak-anak dan dewasa.

Dalam penelitian di King's College London sebelumnya, juga menemukan bahwa anak-anak memiliki gejala virus corona yang berbeda dengan orang dewasa. Namun demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa anak-anak menjadi sasaran utama bagi virus flu di antara masyarakat.

Pada Covid-19, data awal menunjukkan anak-anak tidak terlalu terdampak Covid-19. Insidennya pada kelompok usia 0-19 tahun cenderung rendah, meski sejumlah anak ada yang mengalami Covid-19 yang parah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA