Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Tekad IILS 2020 Lindungi Kekayaan Intelektual Putra Bangsa

Jumat 30 Oct 2020 21:26 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Pembukaan IILS 2020

Pembukaan IILS 2020

Foto: Dok. Iils
Konten-konten karya anak bangsa harus dilindungi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Selain sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan mempunyai alam yang indah, Indonesia merupakan negara yang tingkat kreativitasnya sangat tinggi. Tak sedikit anak muda Indonesia yang bekerja untuk rumah produksi tingkat dunia. Setiap harinya pun kita kerap disuguhi konten-konten kreatif karya anak bangsa. Ide kreatif yang berlimpah ini merupakan sumber daya yang tanpa batas dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Melihat potensi yang besar ini, Amara Pameran Internasional berkolaborasi dengan Danumaya Dipa,  dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menggelar perhelatan industri kekayaan intelektual pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang diberi tajuk Indonesia International Licensing Show 2020. Acara ini diselenggarakan dari Selasa (20/10) hingga Kamis (22/10) lalu. IILS 2020 ini diadakan secara daring dan mendapat animo yang sangat tinggi baik dari insan kreatif maupun pelaku bisnis kekayaan intelektual. Tak kurang dari 1700 peserta menghadiri webinar dengan antusias.

Webinar IILS 2020 menghadirkan para pembicara yang berkompeten di industri lisensi kekayaan intelektual, salah satunya adalah Vikram Sharma, selaku General Manager Warner Bros Consumer Products yang memaparkan perencanaan mereka kedepannya dan IP apa saja yang mereka tangani. Sesi seperti ini sangat ditunggu para peserta, sebab bisa memberi informasi dan inspirasi bagi para kreator IP khususnya, dalam mengembangkan karya mereka. 

Joshua Simandjuntak, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam sesinya menuturkan bahwa IP adalah kunci dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif. Beliau juga memberikan contoh Kumamon yang mana dari sebuah maskot bisa memberikan andil yang sangat besar dalam pemasukan daerah Kumamoto, Jepang. 

“Sejak kemunculannya di tahun 2011, nilai penjualan Kumamon sudah mencapai US$ 25 Juta. Dan di tahun 2015, angka penjualan Kumamon meroket hingga US$ 1 Miliar!” jelas Joshua. Jika dilihat secara global, Industri lisensi di tahun 2019 sebesar US$ 292.8 Miliar. Ini setara dengan Rp. 4.279 Triliun atau 2 kali APBN Indonesia. Contoh lain bisa dilihat dari maskot ASEAN GAMES 2018, yang mana trio Bhin-Bhin, Eka, dan Atung menyumbangkan pendapatan sebesar Rp. 56 Miliar dalam waktu yang singkat. Ini membuktikan bahwa dengan penggarapan dan pengelolaan yang tepat, IP-IP karya anak bangsa berpotensi untuk maju ke kancah dunia,” papar Joshua. 

Chairman Indonesia International Licensing Show Mochtar Sarman menuturkan, meski di tengah pandemi, IILS 2020 tetap digelar secara virtual sehingga bisa memberikan kesempatan bagi para kreator di daerah untuk bisa ikut ambil bagian. “IILS 2020 yang digelar secara virtual membuka kesempatan bagi siapa saja untuk ikut hadir, secara virtual. Peserta yang berasal dari kota selain Jabodetabek atau bahkan dari luar jawa juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan IP mereka. Meski pandemi, namun ini justru momen yang baik memeratakan informasi terkait HKI,” kata dia.

Sederet jenama internasional yang turut bergabung dalam acara ini, antara lain adalah Sashim Parmanand - CEO One Animation, Dennis Tan - VP Brand and Retail Marketing ViacomCBS. Selain itu, para praktisi dalam negeri yang ambil bagian antara lain Aji Pratomo (Founder INFIA), Ario Tamat (CEO Karya Karsa), Faza Meonk (CEO Pionicon), Faza Sulthon (CEO Hompimpa Studio), Ivan Chen (CEO Anantarupa Studio), Adib Hidayat (Jurnalis Musik), Bismarka Kurniawan (CEO Bumilangit), serta deretan nama-nama pelaku industri IP yang sudah berkompeten dan berpengalaman.

Mochtar Sarman menambahkan, Indonesia adalah kunci strategis untuk memasuki pasar Asia oleh pelaku lisensi dunia. Di sisi lain, Indonesia juga mempunya sumber daya kreatif yang luar biasa berlimpah. Dengan kata lain, kata dia, bangsa ini mempunyai dua elemen vital dalam industri lisensi, kreator dan pasar. Sehingga ini adalah kesempatan emas kita untuk memasuki pasar lisensi internasional. 

"Para kreator dan creative enthusiast yang belum sempat bergabung dalam acara IILS 2020, dapat mengikuti akun Instagram IILS 2020 di @indonesialicensingshow atau kunjungi laman kami di Indonesialicensingshow(dot)com untuk informasi lebih lanjut. Sampai jumpa di 2021," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA