Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Pompeo Datang, Airlangga: RI Salah Satu Kunci Indo-Pasifik

Jumat 30 Oct 2020 20:44 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) menyerahkan Buku Ringkas UU Cipta Kerja kepada Ketua Umum DPP Ormas MKGR Roem Kono (tengah) saat Mubes IX Ormas MKGR di Jakarta, Jumat (30/10).

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) menyerahkan Buku Ringkas UU Cipta Kerja kepada Ketua Umum DPP Ormas MKGR Roem Kono (tengah) saat Mubes IX Ormas MKGR di Jakarta, Jumat (30/10).

Foto: Istimewa
Airlangga menyebut keseimbangan di kawasan Indo-pasifik sangat diperlukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa ke depan merupakan era Indo-pasifik. Menurut Airlangga, Indonesia merupakan salah satu kunci dari Indo-Pasifik.

"Dan disini ditandai dengan kemarin Menlu Amerika datang," kata Airlangga dalam pidatonya di pembukaan  Musyawarah Besar (Mubes) IX Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Jumat (30/10).

Menurutnya keseimbangan di kawasan Indo-pasifik sangat diperlukan.Oleh karena itu ia berharap Indonesia ke depan tidak hanya menjadi pemimpin di Asean, tetapi juga global.

"Kita ingin Golkar juga mampu paham dan memimpin di region Asean," ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, partainya berencana meluncurkan Golkar Instiute. Ia mendorong agar nantinya seluruh kader Partai Golkar punya kemampuan penguasaan bahasa Inggris. Menteri koordinator perekonomian itu juga mendorong agar ketua DPD tingkat I, dan tingkat II Partai Golkar bisa melakukan pembelajaran bahasa inggris secara daring.

"Karena dari situ kita masuk menjadi pembelajaran ke Golkar Institute dan Golkar kita arahkan untuk menjadi bukan hanya pemimpin Indonesia tetapi Indonesia menjadi pemimpin global," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA