Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Teladankan Rasulullah dengan Menjaga Protokol Kesehatan

Jumat 30 Oct 2020 17:46 WIB

Red: Budi Raharjo

Ilustrasi Rasulullah

Ilustrasi Rasulullah

Foto: Republika/Mardiah
Kalau kamu dengar ada negeri yang ditimpa wabah, janganlah masuk ke dalamnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Peringatan Maulid Nabi Mu hammad SAW diharapkan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meneladan segala sikap dan mematuhi pesan serta perintah yang disampaikan Rasulullah. Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, menjalankan protokol kesehatan dinilai menjadi salah satu wujud untuk menaati ajaran Nabi Muhammad SAW.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengingatkan, maulid bukan sekadar untuk mengingat kelahiran Rasulullah. "Tapi, kita harus ingat bagaimana menjadi pengikut setia Nabi Muhammad SAW," kata Anwar kepada Republika, Kamis (29/10).

Ia mengatakan, seorang Muslim dikatakan pengikut Nabi yang setia ketika seluruh ajaran yang disampaikan Nabi bisa dipatuhi dan diikuti. Ajaran tersebut ada di dalam Alquran dan hadis.

Oleh karena itu, Anwar mengajak umat Islam untuk memperbanyak membaca Alquran dan hadis pada masa pandemi Covid-19. Ia kemudian menukil surah al-Baqarah ayat 195 yang berbunyi, "Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."

Surah tersebut dinilai sangat relevan dan bisa men jadi pedoman bagi umat dalam bersikap di tengah wabah. Anwar mengatakan, sudah menjadi kewajiban seorang umat Muslim untuk menjaga dirinya dan menjauhkan dari hal-hal yang membuatnya celaka.

"Nabi Muhammad juga berkata, 'Kalau kamu mendengar ada sebuah negeri yang ditimpa oleh wabah maka janganlah kamu masuk ke dalamnya. Dan, kalau kamu ada di situ, janganlah kamu keluar,"' ujar Anwar.

Merujuk pesan Nabi tersebut, Anwar pun mengajak masyarakat Indonesia, khususnya Muslim, untuk mematuhinya. Menurut dia, penularan Covid- 19 di Indonesia yang semakin meluas, salah satunya alasannya adalah melanggar ucapan Nabi.

Ia mengingatkan, jika seorang Muslim ingin selamat saat hidup di dunia, yang harus dilakukan adalah mengikuti firman Allah SWT dan sabda yang di sampaikan Rasulullah SAW. "Kita harus semakin meng-uswatun-hasanah-kan sosok Nabi. Allah SWT menyebut Nabi Muhammad adalah suri teladan yang sangat baik,"kata Anwar.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat agar memperhatikan penerapan protokol kesehatan saat memperingati Maulid Nabi Muhammad. Penerapan protokol kesehatan penting dilakukan untuk menekan penularan kasus Covid -19 di masyarakat.

"Ingat bahwa Islam mengajarkan kita untuk tidak zalim atau membahayakan diri sendiri sehingga kita dapat mengambil jalan tengah, yaitu melakukan ibadah yang aman dalam masa pandemi, yaitu beribadah dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan," ujar Wiku saat konferensi pers, Kamis (29/10).

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti turut berpesan kepada umat Islam agar meneladan kehidupan Rasulullah SAW. "Semoga kita semua dapat mengambil teladan kehidupan Nabi Muhammad," ujar Mu'ti kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, Rasulullah SAW adalah pribadi yang sangat kuat, sabar, dan teguh dalam mengemban misi risalah, menghadapi kesulitan, serta menyelesaikan berbagai persoalan. Sifat- sifat terpuji Nabi Muhammad SAW tersebut, kata dia, harus dapat diteladani oleh umat Islam, terlebih pada masa kini.

Mu'ti menambahkan, peringatan Maulid Nabi Muhammad pada masa pandemi Covid-19 sebaiknya tidak dilakukan dengan kegiatan seremonial yang menghadirkan banyak orang. Perayaan sebaiknya dilakukan secara sederhana, tetapi tetap khidmat.

"Yang penting adalah usaha kita meneladankan peri kehi dupan Nabi Muhammad sebagai uswah dan qudwah, baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat," kata dia.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) Ustaz Jeje Zainuddin mengatakan, kelahiran Rasulullah yang menjadi penutup misi para nabi dan rasul terdahulu membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Ia menjelaskan, Rasulullah telah dipersiapkan Allah SWT menjadi pemimpin agung untuk membangun masyarakat ideal dalam segala bidang, baik spiritual, moral, maupun material.

Ustaz Jeje pun mengajak seluruh umat Islam menguatkan persatuan, terutama pada masa pan demi yang masih terjadi. Ia menambahkan, salah satu ajaran sosial Islam yang paling utama adalah prinsip kaljasadil wahid bahwa kaum Muslim di mana pun berada adalah seperti satu tubuh dalam berkasih sayang dan tolong-menolong.

"Sudahkah kita terapkan konsep laksana satu tubuh ini dalam menghadapi cobaan pandemi ini? Maka, kelahiran Nabi Mu hammad bukanlah untuk diperingati, melainkan hari yang memperingatkan kita dan seluruh manusia di dunia untuk meneladankan keagungan akhlaknya," ujarnya.

Era disrupsi
Wakil Presiden (Wapres)Ma'ruf Amin mengatakan, sikap dan teladan Nabi Muhammad yang terpuji harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada era disrupsi informasi. Di tengah kemajuan teknologi informasi, kata Wapres, masyarakat seolah-olah sulit menaruh kepercayaan kepada pemimpin bangsa. Kemudahan untuk mengakses informasi, salah satunya melalui media sosial, membuat masyarakat sulit menempatkan informasi yang benar dan salah.

Di era disrupsi informasi seperti saat ini seakan sulit menaruh kepercayaan kepada pihak lain, bahkan kepada pemimpinnya. "Pemutarbalikkan informasi menyebabkan banyak orang merasa bingung untuk memilah dan memilih mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar," kata Wapres dalam acara Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa yang disiarkan dari Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis.

Kiai Ma'ruf menambahkan, jika tanpa didasari dengan sikap bijaksana dalam menggunakan media sosial, hal itu akan menyebabkan saling curiga dan berprasangka buruk di antara masyarakat. "Akhirnya, mereka menaruh curiga dan prasangka buruk (suuzan) terhadap semua informasi yang sampai padanya, terutama informasi terkait kebijakan pemimpin, meskipun sebenarnya informasi itu benar," ujarnya.

Menilik sifat Nabi Mu hammad, Ma'ruf mengatakan, Rasulullah telah dikenal memiliki perilaku terpuji dan bisa dipercaya sehingga siapa pun yang berinteraksi dengan Nabi Muhammad akan langsung menaruh kepercayaan. Selain itu, Nabi Muhammad juga memiliki kecerdasan luar biasa, seperti yang terekam dalam Kitab Tarikh, yaitu ketika Nabi Muhammad memberi solusi atas perselisihan antarpemimpin Quraisy soal relokasi Hajar Aswad usai direnovasi.

Dengan bijak, beliau meminta semua pemimpin kabilah Quraisy bersama-sama memindahkan Hajar Aswad, yaitu dengan cara masing-masing memegang sisi kain yang di tengahnya ada Hajar Aswad. "Kemudian, beliau sendiri yang meletakkannya di tempatnya semula," ujarnya. (zahrotul oktaviani/dessy suciati saputri/andrian saputra/dea alvi soraya/antara ed: satria kartika yudha)


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA