Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Pompeo Akhiri Kampanye Anti-China di Vietnam

Jumat 30 Oct 2020 17:28 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

 Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (tengah).

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (tengah).

Foto: EPA-EFE/ADI WEDA
Vietnam ingin kerja sama tulus di kawasan.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengakhiri tur Asia di Vietnam. Dalam tur ini Pompeo meminta negara-negara Asia untuk membantu AS menghadapi ancaman dari China.

Di Vietnam, Pompeo secara implisit berbagi kekhawatiran tentang meningkatnya kehadiran China. Sebelumnya Pompeo mengunjungi Sri Lanka, India, Maladewa dan Indonesia.

"Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama dalam membangun kemitraan dan kawasan, yang mencakup Asia Tenggara, Asia, dan Indo-Pasifik, untuk menjadi aman dan damai dan makmur," kata Pompeo yang disambut Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Jumat (30/10).

Phuc mengatakan, Vietnam ingin 'kerja sama tulus' dalam mendukung perdamaian di kawasan dan meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi. Dalam kunjungannya kali ini Pompeo tidak mengungkapkan China secara terbuka.

Di Indonesia, Pompeo sebelumnya juga mewanti-wanti bahaya Partai Komunis China. Sementara di Sri Lanka pada Rabu lalu, Pompeo dengan tegas mengatakan Partai Komunis Cina beroperasi seperti 'predator'.

Satu hari sebelumnya di India, Pompeo mengajak kerja sama untuk melawan apa yang ia sebut ancaman China terhadap keamanan den kebebasan di kawasan. Sementara Cina mengatakan Amerika harus berhenti menyebar tuduhan dan serangan tanpa dasar.

Kekhawatiran utama Vietnam adalah klaim-klaim China di Laut Cina Selatan. Cina mengklaim 'sembilan garis titik-titik' berbentuk U di peta Laut China Selatan yang termasuk landasan kontinental Vietnam.

Kunjungan Pompeo ke Vietnam juga menandai 25 tahun normalisasi hubungan AS-Vietnam. Kedatangan Pompeo juga bertepatan satu pekan setelah Hanoi membebaskan warga AS kelahiran Vietnam yang divonis 12 tahun penjara atas tuduhan 'mencoba menggulingkan pemerintahan'. Beberapa jam sebelum Pompeo tiba, menteri luar negeri mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pembebasan Michael Nguyen dilakukan atas dasar alasan kemanusian.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA