Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Masa Pandemi, BCA Perkuat Layanan Digital

Jumat 30 Oct 2020 16:54 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

Nasabah melakukan transaksi di Gerai BCA Gandaria City Mall, Jakarta, beberapa waktu lalu. PT Bank Central Asia Tbk berupaya mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pelanggan, melalui layanan digital.

Nasabah melakukan transaksi di Gerai BCA Gandaria City Mall, Jakarta, beberapa waktu lalu. PT Bank Central Asia Tbk berupaya mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pelanggan, melalui layanan digital.

Foto: Prayogi/Republika
BCA mengimbau nasabah mengikuti anjuran keamanan transaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk berupaya mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pelanggan, melalui layanan digital. BCA mendorong nasabah mengikuti anjuran keamanan untuk menjaga transaksi.

Pada semester satu 2020, nilai transaksi mobile banking tumbuh 30,4 persen dan internet banking tumbuh 5,7 persen. Tercatat, volume transaksi sebesar 1,5 juta transaksi dengan total peningkatan sekitar 23 persen. Sementara nilai transaksi sebesar Rp 267 miliar atau meningkat 44 persen.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengatakan, saat ini perusahaan terus mencermati inovasi digital untuk memenuhi kebutuhan transaksi yang cepat, aman, dan nyaman. "Secara bertahap solusi perbankan akan diarahkan pada pemanfaatan digital banking," kata Hera dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/10).

Baca Juga

BCA telah menghadirkan Sakuku, uang elektronik yang dapat digunakan bertransaksi melalui ponsel. BCA juga menghadirkan inovasi Buka Rekening Online melalui BCA Mobile dengan hampir 7.000 pembukaan rekening online dalam sehari. BCA juga sudah memiliki kartu Flazz sebagai alat pembayaran untuk barang dan jasa.

Tercatat per Juli 2020, jumlah kartu Flazz BCA yang beredar tercatat sampai 18 juta kartu. Sedangkan transaksi uang elektronik Flazz BCA sebesar Rp 220,7 juta.

"Peningkatan transaksi ini terutama disebabkan peningkatan jumlah pengguna, meskipun aktivitas masyarakat akibat PSBB berkurang," kata dia.

Pada era kejahatan digital pada sektor finansial dengan ragam modus, keamanan adalah prioritas utama perusahaan bagi nasabah. Hera pun menyebut selain informasi dan edukasi, nasabah juga perlu didorong untuk mengikuti anjuran keamanan untuk menjaga kenyamanan transaksi.

Misalnya, nasabah wajib menjaga kerahasiaan personal identification number (PIN), menutup keypad saat memasukkan PIN, mengganti PIN secara berkala, dan menggunakan PIN dengan kode yang unik sehingga sulit untuk ditebak oleh orang lain.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA