Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Lebih dari 50 Ribu Kanker tak Terdiagnosis Selama Pandemi

Jumat 30 Oct 2020 13:54 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Sel Kanker

Ilustrasi Sel Kanker

Foto: youtube
Kasus kanker diyakini mungkin baru akan dapat ditangani dalam 18 bulan ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, Hingga lebih dari 50 ribu orang di Inggris dilaporkan menderita kanker, namun belum dapat terdiagnosis dengan jelas selama pandemi virus corona jenis baru (Covid-19) yang melanda dunia sesak awal tahun ini. Laporan dari Macmillan Cancer Support memperingatkan bahwa hal ini dapat berbahaya, menciptakan banyak tumpukan kasus penyakit yang tidak terdiagnosis.

Bahkan, di Inggris, kasus kanker tersebut diyakini mungkin baru akan dapat ditangani dalam 18 bulan ke depan. Ini adalah kondisi yang sangat buruk, di mana ketika kasus Covid-19 meningkat, orang-orang dengan kanker dapat tidak terdiagnosis hingga berlipat ganda dalam setahun.

Macmillan Cancer Support mengatakan laporan tersebut meminta pemerintah untuk memastikan layanan kanker yang terbuka dan somber daya yang cukup. Jumlah 50 ribu orang yang tidak terdiagnosis kanker selama pandemi bisa terus bertambah lika penundaan dan akses kesehatan terus terhalang, di mana ini mempengaruhi mereka bertahan hidup.

“Kanker tidak berhenti karena Covid-19 dan begitu pula dengan layanan kesehatan kami. Pemerintah perlu berjanji kepada setiap orang dengan kanker bahwa mereka tidak akan dilupakan dan memastikan layanan kanker terlindungi, apa pun yang terjadi,” ujar kepala eksekutif Macmillan Cancer Support, Lynda Thomas, dilansir News Sky, Jumat (30/10).

Thomas mengatakan sangat penting tidak ada pemindahan peralatan, tempat tidur, atau perawat kanker dan dokter selama akhir tahun ini, di mana sebagian besar negara di dunia mengalami musim dingin, serta akses ke pengujian dan peralatan untuk penanganan Covid-19 dijamin.

Seruan badan amal tersebut datang setelah direktur medis nasional NHS Profesor Stephen Powis mengatakan rumah sakit di Liverpool, Lancashire dan Nottingham merawat lebih banyak pasien Covid-19 daripada yang mereka lakukan pada April. Termasuk dengan yang terakhir terpaksa membatalkan empat operasi kanker karena tekanan pada unit perawatan intensif.

Namun, juru bicara layanan kesehatan di Inggris mengatakan temuan Macmillan kurang tepat. Bahkan, disebutkan berkat kerja keras staf NHS, perawatan kanker sebenarnya Sudan kembali ke tingkat sebelum pandemi.

"Mayoritas orang yang belum didiagnosis adalah orang yang tidak datang untuk pemeriksaan sehingga pesan kami jelas jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan, Anda harus memeriksakannya. NHS siap dan mampu merawat Anda,” jelas pernyataan layanan kesehatan Inggris.

Kekhawatiran serupa dengan Macmillan telah diangkat oleh para profesional medis selama pandemi. Pada Juli, dokter gigi memperingatkan tentang krisis kanker gigi dan mulut yang membayangi karena penundaan selama berbulan-bulan dan pasien tidak dapat melakukan pemeriksaan.

Dan awal bulan ini, laporan mengungkapkan ribuan pasien kanker dapat melewatkan tes dan skrining darah penting karena rusaknya rantai pasokan ke NHS. Kegagalan logistik berarti tes penting disimpan di gudang dan tidak dapat dikirim ke laboratorium NHS.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA