Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Satgas Waspada Investasi Temukan 206 Fintech Lending Ilegal

Jumat 30 Oct 2020 11:37 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Fintech ilegal

Fintech ilegal

Foto: Tim Infogarfis Republika.co.id
Saat ini Satgas Waspada Investasi telah melakukan patrol siber rutin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satgas Waspada Investasi (SWI) menemukan dan memblokir sebanyak 206 fintech lending ilegal pada Oktober 2020. Tercatat sejak 2018 hingga Oktober 2020 pihaknya telah menghentikan sebanyak 2.923 fintech lending ilegal.

Ketua SWI Tongam L Tobing mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan upaya penindakan fintech lending ilegal serta penawaran investasi dari entitas yang tidak berizin melalui peningkatan patroli siber.

"Patroli siber terus kami gencarkan agar bisa menemukan dan memblokir fintech lending ilegal dan penawaran investasi ilegal sebelum bisa diakses dan memakan korban masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (30/10).

Selain itu, sebanyak 154 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat juga diciduk pada bulan ini. Rinciannya, 114 perdagangan berjangka komoditi (PBK), enam koperasi, enam aset kripto, delapan money game, tiga kegiatan yang menduplikasi entitas yang memiliki izin, dan 21 kegiatan lain.

Menurut Tongam saat ini SWI telah melakukan patrol siber rutin yang frekuensinya akan terus ditingkatkan mengingat masih banyak temuan fintech lending online dan penawaran investasi ilegal melalui berbagai saluran teknologi komunikasi masyarakat.

Ke depan Tongam juga mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan pinjaman fintech lending dan berinvestasi sektor keuangan untuk memastikan pihak yang menawarkan pinjaman dan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA