Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Satu Warga Terpapar Covid-19 di Bandung Barat Meninggal

Jumat 30 Oct 2020 06:27 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah

Seorang penggali kubur jongkok saat upacara pemakaman di Pemakaman Covid-19 (ilustrasi)

Seorang penggali kubur jongkok saat upacara pemakaman di Pemakaman Covid-19 (ilustrasi)

Foto: EPA-EFE/ADI WEDA
Warga yang meninggal muncul bersamaan dengan sembilan kasus positif Covid-19 lainnya

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satu orang pria warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang terpapar virus corona atau Covid-19 meninggal dunia  Rabu (28/10). Kasus tersebut muncul bersamaan dengan sembilan kasus positif Covid-19 lainnya yang tersebar di beberapa wilayah di Cililin, Ngamprah, Cipendeuy, Lembang dan Parongpong.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Hernawan Widjajanto mengatakan salah seorang warga yang terpapar covid-19 dari 10 kasus yang muncul meninggal dunia Rabu (28/10). Menurutnya, korban telah dimakamkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Seorang di antara 10 warga yang positif itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Boromeus Kota Bandung," ujarnya belum lama ini.

Baca Juga

Menurutnya, jumlah 10 kasus positif covid-19 tersebut menambah daftar kasus kumulatif warga yang terpapar menjadi 482 kasus. Ia mengatakan sebanyak 311 orang dinyatakan sembuh, 159 orang masih positif aktif dan 12 orang meninggal dunia.

Hernawan menyatakan turut berbelasungkawa terhadap warga yang meninggal dunia. Ia mengungkapkan terus menyosialisasikan terkait protokol kesehatan untuk terus dilakukan dengan ketat dan warga harus disiplin.

Kepala Desa Lembang, Yono Maryono mengimbau warga yang tinggal di sekitar lingkungan rumah almarhum untuk tidak mengucilkan keluarganya. Namun, menurutnya warga harus kompak mendukung secara moril dan materil.

Ia mengatakan, usaha warung nasi dan warung bakso yang dijalankan almarhum semasa hidupnya harus ditutup sementara akibat Covid-19. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran corona.

Yono menambahkan, pihaknya sudah melakukan uji usap kepada 44 orang yang kontak erat dengan almarhum baik dari keluarga, kerabat dan warga sekitar. Ia berharap tidak terdapat yang positif Covid-19 sehingga jika demikian maka usaha milik almarhum bisa kembali dibuka.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA