Jumat 30 Oct 2020 04:45 WIB

Pemkot Apresiasi Hari Santri yang Patuhi Protokol Kesehatan

Rangkaian Hari Santri Nasional 2020, digelar dengan berbagai kegiatan,

Santri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri menyaksikan acara Gerakan Pakai Masker Penyuluhan Pakai Masker (PPM) Penyuluhan Untuk Penyuluh (PuP) di Pondok Pesantren Angkatan Kedua dalam format Zoom Webinar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jumat (14/8).  Gerakan Pakai Masker (GPM) merupakan suatu gerakan masyarakat berskala nasional yang diprakarsai oleh beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama.  Gerakan ini memiliki tujuan membantu Pemerintah dengan melakukan edukasi dan sosialisasi untuk mengajak masyarakat memakai masker secara disiplin untuk pencegahan penularan COVID-19 dan sekaligus menyiapkan masyarakat untuk menyongsong Normal Baru (New Normal).
Foto: BNI Syariah
Santri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri menyaksikan acara Gerakan Pakai Masker Penyuluhan Pakai Masker (PPM) Penyuluhan Untuk Penyuluh (PuP) di Pondok Pesantren Angkatan Kedua dalam format Zoom Webinar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jumat (14/8). Gerakan Pakai Masker (GPM) merupakan suatu gerakan masyarakat berskala nasional yang diprakarsai oleh beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama. Gerakan ini memiliki tujuan membantu Pemerintah dengan melakukan edukasi dan sosialisasi untuk mengajak masyarakat memakai masker secara disiplin untuk pencegahan penularan COVID-19 dan sekaligus menyiapkan masyarakat untuk menyongsong Normal Baru (New Normal).

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI--Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengapresiasi pelaksanaan Hari Santri Nasional 2020 di Kota Kediri, dilangsungkan dengan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Pemkot mendukung semua kegiatan HSN mulai Disbudparpora, Protokol dan Komunikasi Pimpinan, juga dari Kesra. Sesuai temanya, kami harap santri harus sehat, inovatif, dan punya daya saing," kata Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Kediri Ardi Handoko di Kediri, Kamis.

Dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2020, digelar dengan berbagai kegiatan, seperti turnamen bulu tangkis serta gowes religi. Kegiatan gowes atau bersepeda bersama itu diikuti sekitar 50 santri dan jajaran pengurus NU Cabang Kediri, jajaran Polresta Kediri, dan instansi terkait lainnya.

Wakil Sekretaris PCNU Kota Kediri Masruri mengatakan kegiatan gowes bersama ini memang diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain jumlah peserta yang memang dibatasi, peserta juga harus mengenakan masker.

Ia menambahkan, dengan bersepeda juga salah satu bagian untuk olahraga, menjaga stamina tubuh sehingga bisa terhindar dari Covid-19. "Dengan bersepeda, kita sebagai santri harus sehat artinya untuk imunitas santri harus meningkat untuk melawan Covid 19," kata Masruri.

Dirinya juga mengatakan bersepeda itu dilakukan dengan keliling Kota Kediri mendatangi makam para wali, masyayih, dan para pejuang agama untuk mendoakan. Rombongan juga mengenakan sarung sebagai ciri khas santri Indonesia.

"Sarung adalah ciri khas dan simbol santri Indonesia dari masa ke masa, sehingga santri tidak bisa dilepaskan dadi sarung dan kopyah hitam," kata Masruri.

Lokasi makam yang diziarahi seperti area makam Masjid Jamsaren, makam Syeh Wasil Setono Gedong, makam Lirboyo, makam Banjar Mlati, dan makam PP. Muanah Sari Kota Kediri.

Di area Masjid Setono Gedong, Kota Kediri rombongan gowes disambut pemuda Pencak Silat Pagarnusa ala pedangpora. Mereka juga mengalungkan bunga untuk jajaran pengurus NU. Namun, rombongan berdoa di pendapa karena makam Mbah Wasil tersebut masih ditutup untuk peziarah karena pandemi Covid-19.

Gus Ab juga mengatakan para santri juga tetap mematuhi protokol kesehatan. Para santri mendukung penuh program pemerintah untuk turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. "Meski kami bisa kegiatan, protokol kesehatan harus tetap dijalankan," kata Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil.

Sementara itu, pada kesempatan peringatan Hari Santri Nasional 2020 tersebut, Gus Ab, sapaan akrab KH Abu Bakar Abdul Jalil juga menyerahkan bantuan bahan pokok untuk warga.

Di Kota Kediri, jumlah warga yang terkonfirmasi sakit Covid-19 hingga Kamis (29/10) mencapai 242 orang. Dari jumlah itu, 14 orang masih dirawat, dua orang dipantau, 214 orang sudah sembuh, dan 12 orang telah meninggal dunia.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement