Jumat 30 Oct 2020 01:23 WIB

November, Moderna Laporkan Data Uji Akhir Vaksin Covid-19

Tinjauan sementara terhadap uji klinis vaksin Covid-19 Moderna akan digelar November.

Pesepeda melintas di depan gedung Moderna Inc di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (18/5). Moderna Inc merupakan salah satu pihak terdepan dalam perlombaan global penemuan vaksin Covid-19.
Foto: AP Photo/Bill Sikes
Pesepeda melintas di depan gedung Moderna Inc di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (18/5). Moderna Inc merupakan salah satu pihak terdepan dalam perlombaan global penemuan vaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan bioteknologi Moderna akan melaporkan data hasil uji klinis tahap akhir vaksin Covid-19 buatannya pada November, menurut perusahaan itu pada Kamis. Kabar itu memberikan kepastian waktu kapan dunia akan mengetahui apakah vaksin tersebut aman dan efektif melawan Covid-19.

Moderna mengatakan komite peninjau data independen mereka diperkirakan akan melakukan tinjauan sementara terhadap uji klinis tahap akhir yang melibatkan 30 ribu relawan pada November. Moderna mengatakan pihaknya mengharapkan memperoleh data keamanan dua bulan, seperti yang disyaratkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, pada paruh kedua November.

Baca Juga

Setelah itu, Moderna, salah satu pihak terdepan dalam perlombaan global penemuan vaksin Covid-19, akan mengajukan izin penggunaan darurat. Perusahaan Cambridge, yang bermarkas di Massachusetts, telah menandatangani kontrak dengan pemerintah AS dan sejumlah negara lainnya, dan sedang dalam pembicaraan dengan grup pimpinan WHO untuk penyediaan vaksin.

Moderna, yang belum memiliki produk yang disetujui di pasar, masuk dalam segelintir perusahaan yang sedang dalam proses uji klinis vaksin tahap akhir, bersama dengan produsen obat lainnya, seperti Johnson & Johnson dan Pfizer.

"Saya yakin bahwa jika kami meluncurkan vaksin Covid-19 kami, maka 2021 dapat menjadi tahun perubahan paling penting dalam sejarah Moderna," kata CEO Stephane Bancel.

Perusahaan itu juga mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan program Covax yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai usulan batas harga vaksinnya.

sumber : Antara, Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement