Jumat 30 Oct 2020 09:12 WIB

Jaga Keamanan, TikTok Serukan Pengguna Update Aplikasi

Demi keamanan, pengguna TikTok diserukan melakukan pembaruan aplikasi.

Aplikasi TikTok. Demi menjamin keamanan, pengguna diserukan meng-update aplikasi TikTok.
Foto: EPA-EFE/HAYOUNG JEON
Aplikasi TikTok. Demi menjamin keamanan, pengguna diserukan meng-update aplikasi TikTok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia, Angga Anugrah Putra, berpesan agar pengguna selalu melakukan langkah untuk menjaga keamanan mereka di dunia digital. Menurut Angga, pemutakhiran aplikasi menjadi jurus sederhana untuk menjaga keamanan.

"Kami mengimbau, kalau soal keamanan, untuk para pengguna TikTok update aplikasi terbaru, karena di situ kami mutakhirkan teknologi, fasilitas keamanan juga," ujar Angga dalam temu media virtual, Selasa.

Baca Juga

Langkah awal TikTok menjaga keamanan pengguna, menurut Angga, adalah dengan dibuatnya panduan komunitas, di mana ditetapkan ketentuan usia hanya 14 tahun ke atas yang dapat membuat akun di TikTok. Selanjutnya, Angga mengatakan TikTok menegakkan keamanan dengan dua kombinasi, yaitu lewat teknologi kecerdasan buatan (AI) dan moderasi konten oleh tim TikTok.

Saat mengunggah video pada aplikasi TikTok, pengguna harus menunggu selama 12 detik untuk menyelesaikan unggahan. Durasi tersebut, menurut Angga, merupakan waktu saat teknologi AI TikTok bekerja menyaring konten.

"Teknologi kami scanning konten, mohon maaf, kalau ada pornografi, SARA, kekerasan darah kelihatan akan dilarang," ujar Angga.

Penyaringan konten kedua adalah lewat moderasi konten. Tim TikTok bekerja 24 jam untuk mengawasi konten yang melanggar komunitas pengguna.

Selain itu, Angga mengatakan, TikTok juga memberikan kendali penuh kepada para pengguna untuk mengatur konten yang ingin mereka nikmati. Laman TikTok pengguna akan merekomendasikan konten sesuai dengan ketertarikan pengguna. Namun, jika muncul konten yang dinilai tidak menarik, pengguna diberikan opsi untuk menandai video tidak sesuai dengan ketertarikan atau bahkan melaporkan video tersebut jika dirasa mengganggu.

Tidak hanya soal konten, pengguna juga dapat melaporkan akun tertentu jika dirasa tidak nyaman dengan konten-konten yang dibuat pemilik akun.

"Jadi dua arah, TikTok melakukan penyaringan konten, user juga melakukan. Harapannya ini lebih bisa membangun atmosfer yang nyaman dan aman kepada pengguna," kata Angga.

Angga menyebut TikTok juga memiliki sejumlah fitur lain, yaitu filter komen, juga yang terbaru Family Pairing yang memungkinkan orang tua mengawasi aktivitas TikTok anak remaja mereka dengan menghubungkan akun orang tua dan anak.

"Tentunya kami akan terus berinovasi di bidang teknologi, safety. Ada banyak hal yang nantinya kami akan terus berinovasi tentang hal ini," ujar Angga.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement