Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Satgas Soroti 12 Daerah dengan Kasus Aktif Lebih dari 1.000

Kamis 29 Oct 2020 18:52 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri  / Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Covid-19. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masih terdapat 12 dari 514 kabupaten kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000.

Ilustrasi Covid-19. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masih terdapat 12 dari 514 kabupaten kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000.

Foto: Pixabay
Kota Padang berada di peringkat 1 jumlah kasus aktif terbanyak, yaitu 3.306 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masih terdapat 12 dari 514 kabupaten kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000. Daerah-daerah tersebut kini menjadi perhatian utama pemerintah karena terus menerus masuk dalam daftar kabupaten kota dengan kasus aktif di atas 1000.

“Yang berbeda setiap minggunya adalah peringkat dari kabupaten kota ini. Pada pekan ini, Kota Padang berada di peringkat 1 dengan jumlah kasus aktif terbanyak, yaitu 3.306 kasus aktif,” kata Wiku saat konferensi pers, Kamis (29/10).

Wiku mengatakan, banyaknya daerah yang masuk dalam daftar ini menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. Karena itu, Satgas terus mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap penerapan protokol kesehatan di daerahnya.

Baca Juga

Ia juga menegaskan agar pemerintah daerah tak lengah terhadap kenaikan kasus. Salah satunya dengan melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan pada masyarakat.

“Jangan sedikitpun lengah. Selain itu lakukan penegakan disiplin protokol kesehatan pada masyarakatnya. Optimalkan peran satgas penanganan Covid di daerah untuk melakukan monitoring terhadap kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan,” tambah dia.

Dari 514 kabupaten kota di Indonesia, Satgas mencatat sebanyak 79,3 persen atau 408 daerah memiliki kasus aktif di bawah 100. Artinya, kata Wiku, sebagian besar daerah memiliki kasus aktif yang tidak banyak. Sedangkan sebanyak 18,2 persen atau 94 kabupaten kota memiliki kasus aktif antara 101-1000. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA