Monday, 8 Rabiul Akhir 1442 / 23 November 2020

Monday, 8 Rabiul Akhir 1442 / 23 November 2020

OJK: Nilai Baki Segmen Korporasi Turun Jadi Rp 61,2 T

Kamis 29 Oct 2020 15:14 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. OJK mencatat nilai baki debet 74 nasabah segmen korporasi senilai Rp 61,2 triliun pada Agustus 2020.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. OJK mencatat nilai baki debet 74 nasabah segmen korporasi senilai Rp 61,2 triliun pada Agustus 2020.

Foto: Antara/Nova Wahyudi
OJK cukup optimistis pertumbuhan kredit bank bisa membaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai baki debet 74 nasabah segmen korporasi senilai Rp 61,2 triliun pada Agustus 2020. Adapun realisasi ini mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, penurunan tersebut disebabkan aktivitas usaha yang belum pulih di tengah pandemi Covid-19. "Penurunan terjadi pada kredit korporasi dari sektor perhotelan, maskapai penerbangan, manufaktur, dan lainnya.

"Ada 74 debitur dari 100 debitur yang kami telusuri karena mereka tidak bisa beroperasi penuh," kata Wimboh, Kamis (29/10).

Baca Juga

Ia melanjutkan, kondisi tersebut karena permintaan dari masyarakat masih cukup rendah. Hal ini sejalan adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang masih berlangsung pada beberapa waktu kemarin.

"Khusus korporasi manufaktur, penurunan baki debet terjadi karena penjualan mobil dan motor masih rendah. Penurunan nilai baki debet dari masing-masing korporasi sekitar 12 persen," ucap Wimboh.

Kendati begitu, dia melihat kondisi berbeda akan terjadi kredit segmen UMKM. Tercatat secara bulanan (month to month), kredit segmen UMKM sudah positif pada Agustus. Sehingga perkembangannya yang dapat menjadi daya ungkit (leverage) yang mengompensasi penurunan baki debet kredit UMKM di bank Himbara pada Maret.

"Jumlah nasabah yang meningkatkan baki debet atau besar sisa pokok pinjaman pada waktu tertentu di luar bunga dan denda atau penalti itu," ucapnya.

Ke depan, Wimboh mengaku cukup optimistis pertumbuhan kredit bank bisa membaik karena sudah ada pemulihan dari sisi UMKM. Dia mengatakan, para pelaku industri perbankan masih yakin rencana pertumbuhan kredit bank bisa mencapai kisaran tiga persen pada akhir tahun ini.

"Pertumbuhan kredit bank berada kisaran 0,12 persen pada September 2020. Lajunya menurun dari bulan sebelumnya kisaran 1,04 persen," kata Wimboh.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA