Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Snapchat: Pertemanan Berubah Sejak Pandemi

Kamis 29 Oct 2020 12:53 WIB

Red: Nidia Zuraya

Aplikasi Snapchat

Aplikasi Snapchat

Foto: Theverge
Snapchat merilis studi tentang pola pertemanan saat pandemi virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform video singkat Snapchat merilis studi tentang pola pertemanan saat pandemi virus corona, yang menunjukkan ada kebiasaan yang berubah dalam berteman. Hasil studi bertajuk Friendship Report ini berisi hasil wawancara dengan 30.000 orang di 16 negara untuk melihat cara berteman saat pandemi Covid-19.

"Saat para sahabat di seluruh dunia menavigasi adaptasi kebiasaan baru dalam pembatasan sosial, Friendship Report tahun ini menunjukkan bahwa selama pandemi Covid-19 ini komunikasi visual menjadi lebih penting dari sebelumnya," kata Direktur Pengembangan Pasar Snap untuk Asia Tenggara, Anubhav Nayyar, dalam siaran pers, dikutip Kamis (29/10).

Di Indonesia, lebih dari 2.500 orang dilibatkan dalam studi ini. Tiga perempat responden di Indonesia, setara 72 persen, mengatakan mereka lebih banyak menggunakan platform online untuk berkomunikasi, beberapa mengatakan (49 persen) percakapan menjadi lebih mendalam.

Sebanyak 78 persen mengatakan komunikasi lewat platform digital membantu mempertahankan hubungan pertemanan. Meski pun bisa berkomunikasi secara virtual, tingkat kesepian di Indonesia naik menjadi 42 persen, atau 18 persen lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi.

Terdapat 51 persen responden yang merasa kesepian karena mereka tidak bisa bertemu teman, 29 persen merasa hubungan pertemanan melemah karena tidak bisa bertemu langsung.

Sisi positif dari isolasi ini, responden merasa benar-benar ingin menjangkau orang-orang yang mereka sayangi. Sebanyak 53 persen responden di Indonesia merasa pertemanan lebih penting sekarang dan ada 48 persen yang kembali berhubungan dengan teman yang sudah lama tidak diajak berbicara.

Secara umum, Friendship Report global ini menghasilkan kesimpulan bahwa orang masih perlu belajar untuk menjaga pertemanan jarak jauh dan kembali terhubung jika kehilangan kontak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA