Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

PJJ Dinilai Masih Belum Efektif

Kamis 29 Oct 2020 11:14 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Guru memaparkan materi pelajaran melalui siaran televisi lokal di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jawa Barat,  Dinas Pendidikan Kabupaten Garut resmi memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan memanfaatkan stasiun TV lokal di Garut guna memudahkan kegiatan belajar siswa tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP. (ilustrasi)

Guru memaparkan materi pelajaran melalui siaran televisi lokal di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut resmi memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan memanfaatkan stasiun TV lokal di Garut guna memudahkan kegiatan belajar siswa tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP. (ilustrasi)

Foto: Antara/Candra Yanuarsyah
Fungsi PJJ masih belum efektif dan harus diperkuat lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyatakan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) masih belum efektif. PJJ sebagai metode di masa darurat masih mengandung ketidakefektifan.

Terkait hal ini, ia mengatakan, fungsi PJJ daring ini harus diperkuat. "Apakah pendidikan daring efektif atau tidak, jawabannya harus jujur, memang tidak efektif. Karena ketika melakukan sesuatu yang sifatnya darurat tentu ada ketidakefektifan," ujar Dede dalam dalam keterangannya, Kamis (29/10).

Ia mengatakan, penguatan sistem daring harus diperkuat di masa pandemi ini. Salah satunya dengan penguatan sinyal untuk beberapa daerah dan wilayah. Dukungan pulsa dan kuota juga jadi hal yang harus diberikan.

Baca Juga

Selain itu, politisi Partai Demokrat ini mengatakan, pembelajaran melalui media televisi dan radio juga sudah saatnya dibangun. Hal tersebut perlu dipersiapkan, di samping membuat aplikasi-aplikasi yang mudah untuk dikerjasamakan dengan murid-murid.

"Yang berikutnya adalah bagaimana pembelajaran tidak terlalu membebani. Banyak masukan bahwa ada murid yang stres karena pembelajaran daring," ujar dia lagi.

Terakhir, lanjut Dede, perlu dipikirkan untuk memberikan dukungan gawai atau telepon genggam. Memberikan gawai berupa telepon genggam atau tablet kepada murid-murid terutama yang tidak memiliki merupakan hal penting. "Semua tentu memerlukan proses dan akan kita kawal terus," kata Dede menambahkan.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA