Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Waspadai Malaria: Media Penularan dan Cara Cegah

Kamis 29 Oct 2020 09:52 WIB

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com

Cermati

Cermati

Musim hujan, hati-hati nyamuk penyebab malaria menghantui.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, ada banyak penyakit lain yang juga harus Anda waspadai. Jangan sampai, usaha menanggulangi Covid-19 justru membuat Anda lengah. Sehingga terjangkit penyakit lain, yang sebenarnya sama mengerikannya.

Sebagai negara berkembang Indonesia merupakan negara yang masih dihantui beberapa penyakit berbahaya lainnya. Karena itu lah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga terus memberikan penanggulangan penyakit berbahaya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah Malaria. Ada beberapa wilayah di Indonesia ini, yang masih dalam pemantauan ketat Kemenkes terkait kasus Malarianya. Wilayah tersebut, kebanyakan berada di Indonesia bagian Timur.

Baca Juga: Penyakit Musim Hujan Melanda, Antisipasi dengan Cara ini!

Wilayah Rawan dan Bebas Malaria

malaria

Nyamuk Penyebab Malaria

Beberapa wilayah yang menjadi pengawasan ketat pemerintah adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Barat. Secara gencar pemerintah selalu mengingatkan warga yang berada di kawasan tersebut untuk berhati-hati.

Sedangkan wilayah seperti Jawa-Bali merupakan kawasan yang sudah dinyatakan bebas dari Malaria.Karena dari itu, pemerintah lebih memusatkan warga yang ada di wilayah ini untuk lebih berhati-hati terhadap Covid-19.

Sebaliknya, mereka yang tinggal di wilayah bahaya Malaria tidak hanya diberi penyuluhan untuk melakukan prosedur tetap (protap) dalam mencegah Covid-19. Namun, warga juga diberikan penyuluhan cara menangkal Malaria. Agar mereka tidak terjangkit kedua penyakit berbahaya tersebut. 

Jika terkena satu saja dari dua penyakit itu saja, warga memiliki kesempatan lebih besar untuk terjangkit penyakit satunya lagi. Misalnya warga yang terkena Malaria, memiliki potensi besar terjangkit Covid-19.

Sebab, ketika terjangkit Malaria atau Covid-19 kekebalan tubuh orang tersebut akan berkurang. Pada saat itu lah, penyakit lain bisa masuk dengan mudahnya. Apalagi beberapa penyakit menimbulkan gejala yang hampir sama.

Gejala Malaria pada Manusia

Malaria memiliki masa inkubasi standar 10-15 hari. Biasanya seseorang yang terjangkit akan menunjukkan gejala-gejala berikut:

  1. Demam.
  2. Kedinginan yang membuat badan penderita akan menggigil.
  3. Pada saat yang bersamaan, penderita juga akan mengucurkan keringat dingin terus-menerus. 
  4. Sakit kepala. 
  5. Merasa lemas.
  6. Nyeri otot. 
  7. Muntaber (muntah dan berak). 
  8. Tekanan darah menurut secara mendadak.
Gejala-gejala itu biasanya tidak timbul dalam suatu waktu saja. Gejala Malaria terjadi dalam siklus tertentu. Ada yang terjadi pada 3 hari sekali, ada pula yang muncul selama 4 hari sekali. Tergantung jenis Malaria apa yang diderita.

Media Penularan Malaria

Seperti yang Anda tahu, Malaria merupakan sebuah penyakit yang dibawa oleh nyamuk Anopheles. Penularannya terjadi ketika seseorang tergigit oleh nyamuk yang sudah terkena parasit Malaria. Parasit tersebut, diketahui dengan nama Plasmodium.

Plasmodium yang menjangkit nyamuk ini juga bermacam-macam. Hal ini juga lah, yang kemudian membedakan jenis Malaria yang diidap oleh penderita. Ada Malaria ringan, yang bisa segera diatasi, ada pula yang menyebabkan komplikasi dan mengancam kehidupan seseorang.

Penderita biasanya akan merasakan badannya panas. Lalu, beberapa jam kemudian merasakan kedinginan. 

Hingga akhirnya, badan berkeringat karena dingin dan panas yang dirasakan. Ini merupakan trias Malaria yang sering muncul di penderita Malaria jenis apa pun.

Baca Juga: Bukan Cuma Usir Nyamuk, Ini 10 Manfaat Bunga Lavender Lainnya

Jenis-Jenis Malaria

  1. Malaria Tertiana atau Vivax

    Salah satu jenis Malaria yang sering ditemukan di Indonesia adalah Malaria Tertiana atau Vivax. Seperti namanya, penyakit yang satu ini disebabkan oleh parasit Plasmodium Vivax.

    Parasit ini berkembang di negara yang beriklim tropis dan subtropis. Indonesia merupakan salah satunya. Kisaran masa inkubasinya berada di 12-17 hari. Malaria yang satu ini bisa dikenali dengan demam dan menggigilnya badan selam 48 jam.

  2. Malaria Ovale

    Jenis yang kedua adalah Malaria Ovale. Seperti namanya juga, jenis yang satu ini diakibatkan dari parasit berjenis Plasmodium Ovale. Ini merupakan jenis Malaria paling ringan dibandingkan yang lainnya.

    Penyakit ini membutuhkan 11-16 hari untuk berinkubasi di dalam tubuh, sebelum benar-benar mengeluarkan gejalanya.

    Memiliki gejala yang hampir sama dengan Malaria Tertiana/Vivax. Penderita akan mengalami demam di dalam suhu yang tidak terlalu tinggi. Sekalipun berada di puncak trias Malaria, penderita masih bisa diselamatkan bahkan tanpa diberi obat.

  3. Malaria Kuartana

    Jenis Malaria yang ketiga dikenal dengan nama Kuartana. Malaria Kuartana ini disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium Malariae. Dibandingkan dengan dua jenis sebelumnya, Malaria ini memiliki masa inkubasi lebih lama yakni 18-40 hari.

    Sehingga, penderita masih bisa terlihat sehat selama sebulan lebih. Hingga akhirnya mengeluarkan gejala yang sama dengan Tertiana. Bedanya, penderita Malaria yang satu ini bisa langsung hilang kesadaran dikarenakan suhu tubuh yang melonjak tinggi.

    Tidak hanya itu, Malaria Kuartana juga bisa menimbulkan komplikasi imun tubuh karena menyerang fungsi ginjal si penderita. 

    Malaria Kuartana ini merupakan jenis yang jarang ditemukan. Makanya, membutuhkan pengobatan dan penanganan yang lebih intensif.

  4. Malaria Tropika

    Malaria Tropika merupakan jenis terakhir dan yang paling membahayakan. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium Falciparum. Malaria Tropika memiliki masa inkubasi yang lebih cepat dibanding yang lain yakni 9-14 hari.

    Sehingga, penderita bisa langsung mengeluarkan gejalanya hanya dalam kurun waktu 9 hari saja. 

    Penderita Malaria yang satu ini akan mengalami demam yang lebih tidak teratur. Gejala lainnya adalah penderita akan menderita anemia dan terjadi pembesaran limpa.

    Sebelum gejala-gejala tersebut terjadi, penderita biasanya hanya akan merasakan gejala ringan. Layaknya penderita yang terjangkit Malaria jenis lainnya. Seperti, sakit kepala, nyeri di persendian, muntaber, sakit kepala, dan lesu.

    Malaria Tropika tergolong penyakit yang ganas karena bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, penyakit ini sangat tidak boleh dianggap remeh. 

    Segera pergi ke dokter atau Rumah Sakit jika mengalami gejala-gejala di atas untuk mendapatkan penangan yang lebih benar dan serius.

Cara Mencegah Penyakit Malaria

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari gigitan nyamuk penyebab Malaria:

  • Membersihkan bak mandi secara berkala.
  • Menggunakan tempat tidur dengan kelambu.
  • Menggunakan pakaian tidur yang panjang.
  • Mengoleskan krim pelindung kulit dari gigitan nyamuk.
  • Memasang kawat pelindung pada ventilasi, pintu, dan juga jendela rumah.
  • Tidak membiarkan genangan air kotor ada di sekitar tempat tinggal.

Semuanya Mulai dari Tangan Kita

Kehadiran nyamuk memang tidak dapat dipungkiri terutama di saat musim hujan seperti ini. Ditambah dengan pandemi korona yang masih menghantui seluruh dunia, membuat setiap orang semakin merasa takut. 

Tapi, satu hal yang pasti, Anda bisa meminimalisir penyakit tersebut dengan mengonsumsi sayur, buah, dan makanan sehat lainnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Serta, melakukan tips di atas untuk mengurangi kehadiran nyamuk di tempat tinggal Anda.

Baca Juga: Gejala Demam Berdarah (DBD), Penyebab Penyakit DBD, Pertolongan Pertama, dan Pengobatannya

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA