Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Catatan Penting Kemenangan Barcelona di Turin

Kamis 29 Oct 2020 08:55 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Agung Sasongko

Selebrasi gol penyerang Barcelona, Ousmane Dembele.

Selebrasi gol penyerang Barcelona, Ousmane Dembele.

Foto: EPA-EFE
Barcelona tampil luar biasa dengan mendominasi Juventus.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN --Barcelona tampil luar biasa dengan mendominasi Juventus di Allianz Stadium, dengan kemenangan 2-0. Blaugrana naik ke puncak klasemen grup dengan dua kemenangan dari dua laga. Barca bangkit setelah kekalahan menyakitkan di El Clasico atas Real Madrid.

Ada lima hal yang perlu diketahui dalam kemenangan Barcelona di markas Juventus, dikutip dri Squawka, Kamis (29/10).

1. Kebangkitan Dembele

Baca Juga

Ousmane Dembele punya level prospek yang sama dengan Kylian Mbappe pada 2017 saat Barcelona membelinya. Namun, cedera menghancurkan waktunya di Catalunya, sehingga menghambat perkembanganya sejak pertama kali gabung ke klub.

Kini dia kembali bugar, dan menunjukan kemampuannya lawan Juve. Selain mencetak gol, pemain internasional Prancis itu juga selalu memberikan masalah buat lawan setiap kali memegang bola.

2. Kutukan hattrick Alvaro Morata

Alvaro Morata mencetak hattrick lawan Barcelona. Tapi semua golnya itu dianulir oleh VAR. Uniknya, semua gol Morata dianggap offside. Dua gol pertama hasil dari jebakan offside Ronald Araujo dan Clement Lenglet. Gol ketiga memang cukup membingungkan, dengan offside yang cukup tipis.

3.Pujian tinggi untuk Pjanic

Lawan mantan timnya tersebut, pemain internasional Bosnia itu tampil brilian. Setiap kali ia memegang bola di kakinya, ia langsung menggerakannya dengan cepat dan memberikan partner yang luar biasa untuk Frenkie de Jong atau Sergio Busquets. Pjanic mungkin bukan gelandang superstar, tapi dia adalah tipe pemain yang dibutuhkan Barca.

4. Pelajaran berharga buat Pirlo

Andrea Pirlo tak diragukan sebagai legenda Juventus. Memberikannya pekerjaan sebagai pelatih di Juventus juga langkah yang cerdas sekaligus menantang. Pirlo memang menggunakan strategi yang cukup bagus, namun saat ditekan Barcelona hampi selama setengah jam, Juve terlihat tak punya ide yang kuat.

Ada pemain yang keluar dari posisinya, serta tak ada konsistensi. Performa Juve dianggap tak terlalu bagus untuk pertandingan level tertinggi seperti Liga Champions. Karena itu, Pirlo belajar dengan cara yang kasar untuk jadi manajer yang hebat.

5. Pedri, avatarnya Barcelona di bawah Ronald Koeman

Pemain berusia 17 tahun itu terlihat bersinar musim ini. Namun ia tampil buruk lawan Real Madrid. Jadi, cukup mengejutkan ia jadi starter lawan Juventus. Tapi Pedri merespons positif kepercayaan tersebut dengan performa yang fenomenal di Turin. Pedri adalah remaja yang tak kenal rasa takut, dengan sukses melakukan 4/5 drible. Dembele 5/8 dan Messi 6/7, dengan total 20 yang dimilikan Blaurgana. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA