Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Aktivitas Travelling Turun, Laba Mastercard Kontraksi

Kamis 29 Oct 2020 06:20 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

Kartu kredit MasterCard

Kartu kredit MasterCard

Foto: AP/Toby Talbot
Mastercard melaporkan penurunan 36 persen terhadap volume lintas batas di kuartal III

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Laba kuartalan Mastercard Inc meleset dari perkiraan analis. Pandemi Covid-19 menyebabkan perlambatan dalam perjalanan skala global dan pengeluaran terkait, membuat saham Mastercard turun empat persen.

Pandemi telah memaksa perusahaan untuk memberhentikan jutaan pekerja, sehingga menekan daya beli banyak orang. Dampaknya, beberapa di antara mereka harus menahan pengeluaran, termasuk untuk perjalanan udara yang berimbas pada volume transaksi kartu lintas batas.

Seperti dilansir di Reuters, Rabu (28/10), Mastercard melaporkan penurunan 36 persen terhadap volume lintas batas pada basis mata uang lokal di kuartal ketiga. Volume dolar secara bruto, nilai dolar dari transaksi yang diproses, naik satu persen menjadi 1,6 triliun dolar AS.

Total biaya operasional Mastercard juga turun empat persen menjadi 1,7 miliar dolar AS pada kuartal yang sama. Pendapatan bersih turun 2,8 persen menjadi 1,5 miliar dolar AS atau 1,51 dolar AS per saham.

Jika mengecualikan barang, laba Mastercard adalah 1,60 dolar AS per saham, lebih rendah dari perkiraan para analis, 1,66 dolar AS.

Volume lintas batas terus turun sejak kuartal terakhir. Tiga pekan pertama bulan Oktober mencatatkan penurunan lebih dari 30 persen, menurut presentasi investor.

"Kami melihat kemajuan menggembirakan pada lalu lintas belanja domestik, sedangkan pengeluaran untuk travel masih mengalami tantangan," kata Chief Executive Officer (CEO) Mastercard Ajay Banga dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, pada Jumat (23/10), American Express Co memperingatkan, pengeluaran perjalanan bisnis masih akan tertekan sepanjang dua tahun mendatang. Pertumbuhannya tidak akan meningkat, setidaknya sampai sebelum awal 2022.

Proyeksi pesimistis ini disampaikan perusahaan kartu kredit tersebut setelah melaporkan laba kuartal ketiga yang mengecewakan. Sebab, pengeluaran pengguna American Express Co masih lemah untuk travel dan hiburan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA