Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Prancis Bersiap Terapkan Perintah 'di Rumah Aja'

Kamis 29 Oct 2020 06:21 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Murid menghadiri kelas selama pembukaan kembali di sekolah dasar Victor Schoelcher di Montpellier, Prancis, 01 September 2020. Anak-anak Prancis kembali ke sekolah pada 01 September ketika Prancis menghadapi peningkatan penyebaran virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 . Kasus di Prancis meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Murid menghadiri kelas selama pembukaan kembali di sekolah dasar Victor Schoelcher di Montpellier, Prancis, 01 September 2020. Anak-anak Prancis kembali ke sekolah pada 01 September ketika Prancis menghadapi peningkatan penyebaran virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 . Kasus di Prancis meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Foto: EPA-EFE/Guillaume Horcajuelo
Prancis bersiap mengeleluarkan aturan baru untuk mencegah penyebaran covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Dua orang sumber mengatakan demi menahan laju penyebaran Covid-19 pemerintah Prancis bersiap meminta masyarakat untuk di rumah saja. Masyarakat akan diperintahkan untuk di rumah saja, kecuali untuk perjalanan-perjalanan yang penting, bekerja atau berolahraga.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dikabarkan akan memberikan pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (28/10). Pemerintah menolak menjabarkan dengan detail apa yang akan disampaikan Macron.

Pemerintah Prancis mengatakan hanya mengatakan presiden akan mengumumkan langkah baru untuk memutus rantai penularan virus corona. Sumber mengatakan peraturan baru akan diterapkan di seluruh negeri.

Seperti peraturan karantina nasional yang diterapkan pada musim semi tahun ini. Saat jumlah kasus kematian dan pasien Covid-19 di Prancis yang masuk rumah sakit menyentuh angka tertingginya.

Dalam peraturan karantina nasional masyarakat diizinkan keluar rumah bagi yang memiliki pekerjaan esensial atau menjadi obat-obatan serta kebutuhan pokok. Olahraga di luar rumah hanya diperbolehkan selama satu jam setiap hari.

Para sumber mengatakan berbeda dari karantina nasional pada musim semi lalu. Rencana pemerintah Prancis kali ini membiarkan sebagian besar sekolah tetap dibuka.  

Sumber-sumber tersebut menambahkan rencana baru ini akan menutup toko-toko non-esensial. Sementara apotik dan supermarket yang menyediakan kebutuhan pokok diizinkan tetap dibuka.

Masyarakat yang tidak bisa bekerja jarak jauh diizinkan untuk bekerja di kantor. Menurut para sumber rencana baru ini akan diterapkan dalam jangka waktu yang terbatas tapi belum diketahui akan diterapkan berapa lama.

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA