Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Ejekan Amerika Serikat untuk Pemimpin Negara Islam

Kamis 29 Oct 2020 05:15 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Amerika Serikat terungkap melakukan ejekan terhadap pemimpin Islam, termasuk Muammar Qadafi

Amerika Serikat terungkap melakukan ejekan terhadap pemimpin Islam, termasuk Muammar Qadafi

Foto: AP
Amerika Serikat terungkap melakukan ejekan terhadap pemimpin Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Amerika Serikat kerap memberikan julukan kepada sejumlah pemimpin dunia, tak terkecuali para pemimpin negara-negara Islam. 

Tak cuma julukan yang terlontar dalam obrolan biasa, tetapi julukan itu pun tercatat dalam laporan resmi mereka. Hal ini terungkap dalam dokumen yang dibocorkan WikiLeaks, beberapa tahun lalu   

Pemimpin Libya Muammar Qadafi, misalnya, yang memiliki citra gagah ternyata takut jika terbang di atas laut dan lebih memilih untuk tinggal di lantai dasar jika menginap. Ia yang digambarkan gemar berdansa flamenco ini juga tak bisa bepergian tanpa ditemani suster cantik pirang asal Ukraina yang selalu menemaninya.

Baca Juga

Pribadi eksentrik pimpinan Libya selama 40 tahun itu terungkap dalam dokumen yang dibocorkan WikiLeaks, yang asalnya merupakan laporan yang dibuat diplomat Amerika Serikat untuk dilaporkan ke negaranya.  

Pada kawat yang dikirimkan dari kedutaan Amerika Serikat di Tripoli, Libya, pada 29 September 2009, disebutkan bahwa pemimpin legendaris Libya itu sangat bergantung pada sang perawat Galyna Kolotnytska. 

“Beberapa orang yang dekat dengan Kedutaan Amerika Serikat telah mengklaim bahwa Kadhafi dan Kolotnytska memiliki hubungan romantis. Walaupun dia tidak mengomentari rumor tersebut,” demikian tertulis dalam laporan itu. 

Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya saat itu, Gene A Cretz mengatakan, tak bisa memastikan keaslian dari dokumen yang dibocorkan anak buah Julian Assange itu. 

“Saya katakan bahwa Amerika sangat menyesalkan pembocoran informasi yang seharusnya rahasia. Dan, kami mengutuknya,” kata Cretz dalam laman kedutaan. 

Dokumen lainnya menggambarkan bagaimana Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh sebagai pribadi yang cuek, pembosan, dan tidak sabar saat pertemuan dengan pimpinan kontraterorisme Gedung Putih Ohn Brennan. Sementara diplomat AS yang lain menyebut pejabat Pemerintah Afrika Selatan menjuluki Presiden Zimbabwe Robert Mugabe sebagai orang tua gila.

Bahkan, gosip mengenai pemimpin Azerbaijan Ilham Aliyev pun turut pula dilaporkan. Diceritakan sang istri presiden melakukan operasi plastik sehingga membuat salah satu anaknya sempat tak mengenalinya.

Bagaimana dengan pemimpin Iran? Tak salah lagi. Presiden Mahmud Ahmadinejad disamakan dengan Hitler, mantan pemimpin Nazi Jerman. Tentu ini bukan dikirim dari kedutaan AS di Teheran yang tak berfungsi lagi setelah drama penyanderaan 444 hari tahun 1980 itu.

Sesaat setelah kebocoran 251 ribu lebih dokumen WikiLeaks, Ahmadinejad sempat berkomentar bahwa ini hanyalah akal-akalan Pemerintah Amerika Serikat untuk mencapai tujuan politis. Sementara pemerintahan Barack Obama saat itu harus menanggung malu karena terkuaknya dokumen serta berbagai liku-liku urusan diplomasinya dengan dunia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA