Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Ragam Komunitas Bahu-Membahu Akhiri Pandemi Covid-19

Kamis 29 Oct 2020 01:40 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Gita Amanda

Mencuci Tangan (ilustrasi)

Mencuci Tangan (ilustrasi)

Foto: topnews.in
Gerakan Cegah Tanggung Jawab (Centang) merupakan komitmen akhiri pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan masyarakat dari berbagai lapisan komunitas berkomitmen untuk bekerja sama dalam mengakhiri pandemi Covid-19. Komitmen ini mereka wujudkan melalui gerakan Cegah dan Tanggung Jawab (Centang) dengan 3M+3T.

Gerakan Centang ini turut disosialisasikan secara virtual oleh para penggerak komunitas yaitu Salman Subakat, Dharmaji Suradika, Suci Hendrina, Eugene Panji, dan Sasa Ratna Puspita. Dalam temu virtual "Sumpah Pemuda 2020, Kita Bersatu Akhiri Corona", para penggerak komunitas ini mensosialisasikan upaya pencegahan 3M dan upaya tanggung jawab 3T.

Upaya pencegahan 3M meliputi memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun secara rutin, dan menjaga jarak dengan tertib. Sedangkan upaya tanggung jawab 3T adalah testing secara berkala, telusuri dan lacak kontak fisik, serta terapkan perawatan dan isolasi mandiri dalam ruangan.

Komitmen ini digaungkan karena para pegiat komunitas menilai pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Dibutuhkan dukungan dan kolaborasi yang nyata dan masif dari berbagai pihak agar pemutusan rantai penyebaran ini bisa terwujud.

"Perlu adanya gerakan bersatu yang dilakukan secara serentak dan inklusif, agar upaya ini bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap pemutusan rantai penyebaran corona," jelas penggerak komunitas sekaligus salah satu penggagas Centang Dharmaji Suradika, seperti diungkapkan dalam siaran pers yang diterima Republika.

Agar upaya mengakhiri pandemi ini dapat memberikan dampak yang luas, semua masyarakat perlu ikut berpartisipasi dalam gerakan Centang. Hal ini bisa dilakukan dengan beragam cara seperti turun ke lapangan dan menjadi relawan, mendonasikan karya atau dana untuk menyebarluaskan gerakan secara masif, hingga mengajak orang di sekitar untuk ikut menerapkan gerakan Centang dengan materi yang keatif.

"Kami sangat bersemangat dan mendukung gerakan komunitas anak muda yang menjadi bagian dari penggerak masyarakat. Dengan berpartisipasi, kita semua berarti menyayangi diri kita sendiri serta orang-orang yang ada di sekitar kita," pungkas penggerak komunitas sekaligus salah satu penggagas Centang Salman Subakat.

Berikut ini adalah rincian mengenai upaya pencegahan dan tanggung jawab 3M+3T yang didorong oleh gerakan Centang.

Gerakan pencegahan melalui 3M:

Memakai masker dengan benar

Ini merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi virus corona. Saat semua orang menggunakan masker, peluang transmisi virus corona antarmanusia dapat menurun sebesar 3,1 persen.

Mencuci tangan dengan sabun secara rutin

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik untuk membersihkan kotoran dan kuman, serta membunuh patogen. Hal ini harus dilakukan sesering mungkin, khususnya ketika menyiapkan makanan, merawat orang sakit, menggunakan kamar mandi atau toilet, memegang hewan, bersin, membuang sampah, dan sebagainya.

Menjaga jarak dengan tertib

Dua meter adalah jarak aman cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menurunkan transmisi virus sampai 2,6 persen. Untuk itu, kita disarankan untuk tetap di rumah serta menghindari kerumunan.

Gerakan tanggung jawab dengan 3T:

Testing secara berkala

Sampai saat ini, tes PCR dengan teknik swab merupakan satu-satunya cara untuk mendeteksi Covid-19. Tenaga kesehatan, orang yang bepergian ke luar kota atau negeri, dan mereka yang berinteraksi dengan pasien Covid-19 wajib melakukan tes sebagai upaya bertanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain.

Telusuri dan lacak kontak fisik

Menelusuri dengan melakukan tracing dan tracking wajib dilakukan untuk mengetahui riwayat pergerakan dan perjalanan pasien selama 14 hari ke belakang. Upaya ini dapat memberikan peringatan atau warning pada masyarakat agar tetap aware dan waspada saat melewati lokasi isolasi dan membatasi ruang gerak.

Terapkan perawatan dan isolasi mandiri dalam ruangan

Setelah dinyatakan sembuh, kita harus melakukan isolasi mandiri setiba di rumah, menjaga kondisi kesehatan, serta tidak menggunakan alat makan dan minum bersama anggota keluarga lainnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA