Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Libur Panjang, Penumpang di Stasiun Solo Balapan Meningkat

Rabu 28 Oct 2020 22:20 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Sejumlah penumpang saat akan menaiki kereta. Ilustrasi

Sejumlah penumpang saat akan menaiki kereta. Ilustrasi

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Peningkatan penumpang di Stasiun Solo Balapan terlihat sejak Selasa (27/10).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Jumlah penumpang pada libur panjang cuti bersama di Stasiun KA Solo Balapan, Jawa Tengah, terpantau meningkat pada Rabu (28/10). Peningkatan di stasiun tersebut terlihat sejak Selasa (27/10).

Jika selama pandemi stasiun tersebut cukup lengang seiring dengan pengurangan operasional sejumlah kereta api, namun sejak Selasa kemarin suasana lebih ramai.

Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, selama libur panjang dari 28 Oktober-1 November 2020, ada kenaikan jumlah penumpang hingga 13 persen jika dibandingkan masa pandemi Covid-19.

"Mulai dari Stasiun Tugu Jogja, Lempuyangan, hinggaSolobalapan jumlah penumpang turun juga cukup banyak. Seperti di Stasiun Solobalapan jumlah penumpang turun sekitar 1.000 orang," katanya.

Salah satu penumpang Boni Sanjaya mengatakan akan mudik ke Bandung selama cuti bersama ini.

Sebelum melakukan perjalanan, pria yang bekerja di BPJamsostek Surakarta tersebut mengikuti tes cepat terlebih dahulu yang tempatnya disediakan di stasiun.

"Salah satu syaratnya itu. Saya berangkatnya pakai KA Malabar, harga tiketnya Rp 235 ribu," kata Boni.

Eko Budiyanto menambahkan, selama periode libur panjang ini, KAI Daop VI mengoperasikan sebanyak 12 KA jarak jauh,yakni Argo Lawu, Taksaka, Argo Dwipangga, Argo Lawu Fakultatif, Taksaka Fakultatif, Mataram, Bogowonto, Gajahwong, Senja Utama Yogyakarta, Joglosemarkerto, Bengawan, dan Sritanjung.

Selain itu, terdapat berbagai KA lain yang juga melintas di wilayah Daop VI dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian menuju ke berbagai kota tujuan, di antaranya KA Argo Wilis, Bima, Turangga, Sembrani, Gajayana, Mutiara Selatan, Malabar, Brantas, Ranggajati, Jayakarta, Matarmaja, Kahuripan, dan Wijaya Kusuma.

Meski jumlah penumpang mengalami kenaikan, jelas Eko, KAI tetap menerapkan tarif batas atas dan batas bawah untuk harga tiket.

Ia mengatakan, untuk perjalanan KA rute Jakarta rata-rata harganya di kisaran Rp 450 ribu- Rp 500 ribu per penumpang untuk kelas eksekutif dan kelas bisnis Rp 250 ribu- Rp 350 ribu per penumpang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA