Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Lebih dari 80 Persen Pasien Covid-19 Kekurangan Vitamin D

Kamis 29 Oct 2020 01:07 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Gita Amanda

Makanan kaya vitamin D

Makanan kaya vitamin D

Foto: Republika.co.id
Efek vitamin D pada sistem kekebalan tubuh adalah perlindungan terhadap infeksi

REPUBLIKA.CO.ID, Studi terbaru yang diterbitkan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism Endocrine Society menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen dari 200 pasien infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) di sebuah rumah sakit di Spanyol mengalami kekurangan vitamin D.

Vitamin D  adalah hormon yang diproduksi oleh ginjal yang mengontrol konsentrasi kalsium darah dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, meskipun penelitian masih dilakukan untuk mengetahui mengapa hormon mempengaruhi sistem tubuh lainnya.

Banyak penelitian yang telah menunjukkan efek menguntungkan dari vitamin D pada sistem kekebalan tubuh. Secara khusus, manfaatnya adalah perlindungan terhadap infeksi.

“Salah satu pendekatannya adalah mengidentifikasi dan mengobati kekurangan vitamin D, terutama pada individu berisiko tinggi seperti orang tua, pasien dengan penyakit penyerta, dan penghuni panti jompo, yang merupakan populasi paling rentan terhadap Covid-19," ujar rekan penulis studi  José L. Hernández dari University of Cantabria di Santander, Spanyol, dilansir Medical Express, Rabu (28/10).

Pengobatan vitamin D harus direkomendasikan pada pasien Covid-19 dengan kadar vitamin D rendah yang beredar di dalam darah. Hernández mengatakan hal itu karena pendekatan ini mungkin memiliki efek menguntungkan baik pada muskuloskeletal dan sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti menemukan 80 persen dari 216 pasien Covid-19 di Rumah Sakit Universitario Marqués de Valdecilla mengalami kekurangan vitamin D, dengan rata-rata pasien pria memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah daripada perempuan. Pasien infeksi virus corona jenis baru dengan kadar vitamin D yang lebih rendah juga mengalami peningkatan kadar penanda inflamasi serum seperti feritin dan D-dimer.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA