Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Didampingi TNI, Massa Demo Tolak Ciptaker Bubarkan Diri

Rabu 28 Oct 2020 18:02 WIB

Rep: Flori Sidebang / Red: Bayu Hermawan

Massa mahasiswa berorasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja sembari membakar ban di sekitar Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).

Massa mahasiswa berorasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja sembari membakar ban di sekitar Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).

Foto: Febryan. A
Massa demo tolak UU Ciptaker di sekitar Patung Kuda sudah membubarkan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massa buruh dan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa tolak pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja membubarkan diri dari kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Rabu (28/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka berangsur-angsur meninggalkan lokasi demonstrasi setelah diminta dan didampingi personel TNI.

Meski demikian, aksi itu sempat sedikit diwarnai kericuhan. Berdasarkan pantauan di lokasi, massa yang terdiri atas remaja mencoba memprovokasi aparat keamanan dengan melemparkan botol kemasan air mineral. Asap hitam pun sempat terlihat membumbung lantaran mereka membakar ban.

Para personel TNI dan Polri pun terus mengimbau massa untuk membubarkan diri secara damai. Orator massa juga mencoba meminta rekan-rekan buruh dan mahasiswa tetap tenang serta tidak terpancing emosi.

Baca Juga

"Perhatikan rekan-rekan di sampingnya, jangan sampai ada yang terpisah. Kita demo dengan damai," ujar orator melalui pengeras suara.

Massa akhirnya berhasil membubarkan diri dengan damai sekitar pukul 17.20 WIB. Mereka berjalan kaki meninggalkan lokasi melalui Jalan Medan Merdeka Selatan menuju arah Tugu Tani.

Sementara itu, aparat keamanan juga mulai membuka kembali jalan di sekitar Patung Kuda. Kendaraan bermotor, seperti mobil dan sepeda motor terlihat mulai melintas.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA