Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Trump: Kesepakatan Bantuan Ekonomi Tercapai Setelah Pemilu

Rabu 28 Oct 2020 11:59 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Donald Trump

Presiden Donald Trump

Foto: AP/Alex Brandon
Trump menyalahkan Nancy Pelosi atas gagalnya kesepakatan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Donald Trump mengakui pada Selasa bahwa kesepakatan bantuan ekonomi virus Corona kemungkinan akan tercapai setelah Pemilu pada 3 November. Gedung Putih tidak dapat menjembatani perbedaan dengan Partai Republik di Senat AS serta Partai Demokrat di Kongres.

"Setelah pemilihan, kami akan mendapatkan paket stimulus terbaik yang pernah Anda lihat," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih sebelum berangkat dalam perjalanan kampanye.

Trump dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi saling menyalahkan mengenai kebuntuan atas paket stimulus besar lainnya senilai sekitar dua triliun dolar AS untuk membantu rakyat Amerika Serikat mengatasi pandemi. "Kami akan selalu membicarakannya karena orang-orang kami harus mendapatkannya, stimulus, tetapi Nancy Pelosi hanya tertarik untuk menyelamatkan kota-kota dan negara bagian yang dipimpin perwakilan dari Partai Demokrat yang dikelola dengan buruk dan penuh kejahatan," kata Trump.

Pelosi, anggota Partai Demokrat terpilih teratas, memimpin DPR untuk mengesahkan paket bantuan virus Corona senilai 3 triliun dolar AS pada Mei.  Namun Partai Republik yang mengendalikan Senat menolak keras paket besar lainnya.

Gedung Putih mengatakan bantuan kepada pemerintah negara bagian dan lokal telah menjadi poin penting dalam pembicaraan. Sementara Demokrat juga menyinggung kurangnya rencana pengujian virus Corona secara nasional.

Menurut data analisis Reuters, infeksi Covid melonjak lagi di Amerika Serikat. Sebanyak 36 dari 50 negara bagian telah mengalami peningkatan setidaknya selama dua minggu berturut-turut. Kematian juga meningkat lebih dari dua kali lipat di tujuh negara bagian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA