Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Wabah Bagi Pasukan Abrahah di Tahun Kelahiran Nabi

Rabu 28 Oct 2020 06:09 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Wabah Bagi Pasukan Abrahah di Tahun Kelahiran Nabi. Suku Quraisy dan untanya serta kabah (ilustrasi)

Wabah Bagi Pasukan Abrahah di Tahun Kelahiran Nabi. Suku Quraisy dan untanya serta kabah (ilustrasi)

Foto: Dawan of Islam film
Selalu ada cara bagi Allah melindungi Ka’bah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selalu ada cara bagi Allah melindungi Ka’bah dan juga detik-detik menjelang lahirnya Rasulullah SAW. Salah satunya adalah ketika balatentara Raja Habsy, Abrahah, menyerang Kota Makkah.

Dalam kitab Muhammad Sang Teladan karya Abdurrahman As-Syarqawi dijelaskan, ketika balatentara Abrahah akan segera melakukan penyerbuan, secara tiba-tiba dan tanpa diduga, pasukan itu dilanda wabah penyakit yang pernah melanda penduduk Makkah. Satu per satu pasukan Abrahah pun berguguran karena menderita penyakit cacar.

Abrahah sendiri pun tak luput dari penyakit itu, ia pun terjangkit. Wabah penyakit itu pun membuat keperkasaan dan kegagahan pasukan gajahnya tidak berguna lagi sehingga mereka tak mampu melakukan tindakan apa pun. Akhirnya bersamaan dengan wabah cacar itu memaksa Abrahah melarikan diri bersama sisa tentaranya yang selaksa dedaunan yang telah dicabik-cabik ulat.

Baca Juga

Sementara itu, penduduk Makkah yang semula merasa cemas di tempat persembunyiannya kini bermunculan keluar seraya mengelukan kata kemenangan. Peristiwa agresi Abrahah dan pasukan gajahnya ini terjadi tepat satu bulan setelah ayah Nabi SAW, Abdullah, memutuskan pergi mengikuti kafilah dagang untuk mengais rezeki dan terpaksa meninggalkan istrinya yang sedang hamil tua.

Bulan April yang membakar Kota Makkah kala itu telah berlalu sambil mengirimkan kabar bahwa Abdullah jatuh sakit dan terpaksa beristirahat di rumah pamannya, Bani Najjar. Setelah 50 hari peristiwa agresi militer Abrahah, Aminah istri Abdullah melahirkan Nabi Muhammad SAW. Pada saat kelahiran itu, kabar meninggalnya sang ayah dari bayi itu pun merebak. Nabi yang mulia yatim sedari belum bisa mengucap satu pun kata.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB