Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Pupuk Kaltim Tingkatkan Inovasi Hadapi Persaingan

Rabu 28 Oct 2020 00:55 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi / Red: Satria K Yudha

Pabrik PT Pupuk Kaltim

Pabrik PT Pupuk Kaltim

Foto: dok PT Pupuk Kaltim
Inovasi dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota holding Pupuk Indonesia (Persero), Pupuk Kaltim, menggelar Pupuk Kaltim Innovation Awards (PIA) ke-32 yang dilaksanakan secara virtual ada Senin (26/10). Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan, ajang tersebut merupakan wadah bagi perusahaan mengapresiasi sejumlah inovasi yang dilakukan para karyawan di seluruh unit kerja, baik di pusat produksi di Bontang, maupun di seluruh wilayah distribusi perusahaan. 

"PIA merupakan kegiatan internal perusahaan yang menampilkan berbagai inovasi dari berbagai unit kerja. Ajang ini tidak hanya diikuti oleh karyawan organik saja, tapi juga karyawan non-organik, anak perusahaan, dan yayasan," ujar Rahmad dalam siaran pers, Selasa (27/10).

Rahmad menilai, ajang yang bertajuk "Innovation Without Limmits" sangat tepat mengingat tingginya persaingan yang mengharuskan setiap pelaku bisnis harus terus menciptakan peluang melalui berbagai inovasi. Inovasi dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan dan menemukan keputusan-keputusan yang efektif dan efisien. 

"PIA menjadi bukti kepedulian Pupuk Kaltim terhadap budaya mutu dan inovasi di perusahaan," ucap Rahmad. 

Rahmad mengapresiasi pencapaian PIA tahun ini melihat peningkatan keikutsertaan gugus dan nilai penghematan yang berhasil dicapai. Ia menyebut hal ini menjadi bukti bahwa inovasi sudah menjadi bagian dari kehidupan Pupuk Kaltim. Rahmad juga mengajak para innovator-inovator Pupuk Kaltim untuk terus berinovasi dan menemukan jawaban-jawaban atas tantangan-tantangan di masa depan.

"Tantangan-tantangan di industri pupuk berbagai macam dan kompleks, mulai dari semakin majunya industri pertanian, berubahnya rantai pasok global dan kebijakan pemerintah terhadap pupuk," ungkap Rahmad. 

Ketua Panitia PIA ke-32 tahun 2020 Dwi Agung Wibowo, mengatakan PIA digagas untuk mewadahi proses transfer knowledge karya mutu di lingkungan perusahaan, sekaligus mempromosikan karya mutu terbaik. "Inovasi bisa dihasilkan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja, tanpa terbatasi oleh jarak, ruang dan waktu," ujar Agung. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA