Rabu 28 Oct 2020 00:40 WIB

BI: Masih Ada Ruang Turunkan Suku Bunga Acuan

BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 200 basis poin sejak Juli 2019.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Satria K Yudha
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Foto: Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia menyatakan terus memantau perkembangan kondisi ekonomi global dan domestik untuk penentuan kebijakan ke depan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tetap ada ruang kebijakan untuk penurunan suku bunga acuan.

"Kami melihat tentu saja ada ruang penurunan suku bunga dan tentu saja kami akan terus pantau perkembangan itu," katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III 2020, Selasa (27/10).

BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 200 basis poin sejak Juli 2019. Bulan lalu, suku bunga 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) diturunkan menjadi empat persen.

"Kami akan review lagi di bulan November bagaimana nanti inflasi, pertumbuhan ekonomi, ketahanan eksternal, semua kami lihat dan diskusikan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG)," katanya.

BI dan KSSK juga meyakini bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kebijakan yang paling efektif adalah melalui jalur kuantitas. Salah satunya dengan mempercepat realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Perry mengatakan, BI telah berpartisipasi dalam pendanaan APBN 2020 dan itu menjadi jalur kuantitatif yang ditempuh BI sebagai komitmen. BI juga memastikan likuiditas di perbankan dengan sangat berlebih sehingga tidak ada masalah dalam upaya penyaluran kredit.

"Ini langkah yang difokuskan untuk pertumbuhan kredit. Insya Allah likuiditas perbankan berlebih, suku bunga rendah," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement