Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sebuah Keluarga Menemukan Ular Berkepala Dua

Rabu 28 Oct 2020 02:30 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Ular berkepala dua.

Ular berkepala dua.

Foto: FWC Fish and Wildlife Research Institute)
Masing-masing kepala dapat menggerakkan mata, leher, dan lidahnya sendiri-sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA -- Entah mimpi apa yang dialami sebuah keluarga di Palm Harbor, Florida, Amerika Serikat. Kucing peliharaan keluarga itu menemukan ular kepala dua di dalam rumah sebulan lalu.

Awalnya, keluarga tersebut heran ketika Olive-si kucing menjatuhkan ular di lantai ruang tamu. Keluarga itu bingung melihat seekor ular kecil berbintik-bintik dengan dua kepala menempel pada tubuh yang sama.

Ternyata masing-masing kepala dapat menggerakkan mata, leher, dan lidahnya sendiri-sendiri. Keluarga itu menamai ular itu "Dos" - bahasa Spanyol yang berarti "dua".

"Masalah terbesarnya adalah makan," kata si pemilik rumah Kay Rogers dilansir dari sciencealert pada Selasa (27/10).

"Kami mencoba banyak hal, tetapi dia kesulitan mengoordinasikan kedua kepalanya," lanjut Rogers.

Kondisi ini yang dikenal sebagai bicephaly adalah kelainan tidak biasa yang terjadi selama perkembangan embrio. Ini terjadi ketika kembar identik gagal untuk sepenuhnya terpisah. Kondisi tersebut muncul pada nyaris semua jenis makhluk hidup termasuk manusia.

Pada tahun 2019, bayi ular bicephalic bernama "Double-Dave" muncul di New Jersey. Sementara seekor ular berbisa berkepala dua menyelinap ke properti keluarga di Virginia pada 2018. Hewan bicephalic cenderung mengalami kesulitan di alam liar. Otak mereka yang bersaing membuat lebih sulit untuk melakukan hal-hal seperti menangkap mangsa atau melarikan diri dari predator.

Atas dasar itu, ular bicephalic seringkali ditahan oleh para ahli satwa liar. Untuk saat ini, Dos sedang dirawat oleh Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida (FWC), yang baru-baru ini mengunggah gambar kepala ular itu di lama Facebook.

Pakar FWC mengidentifikasi Dos sebagai ular remaja jenis Coluber constrictor priapus. Ular kecil itu tidak berbisa yang umum di Amerika Serikat bagian tenggara. Dos jelas memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup di bawah perawatan herpetologis FWC daripada di alam liar.

Tetapi hidup akan jauh dari mudah bagi Dos. Secara alami, dua kepala akan membuat sulit bertahan hidup.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA