Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Vaksin Covid-19 dari China Diharapkan Masuk Desember

Selasa 27 Oct 2020 18:41 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Seorang pekerja memeriksa jarum suntik Vaksin untuk COVID-19 yang diproduksi di pabrik vaksin SinoVac di Beijing.

Seorang pekerja memeriksa jarum suntik Vaksin untuk COVID-19 yang diproduksi di pabrik vaksin SinoVac di Beijing.

Foto: AP Photo / Ng Han Guan
Tiga juta vaksin Sinovac masuk bertahap dari China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia berharap vaksin virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) dari China yaitu Sinovac bisa masuk Indonesia pada Desember 2020. Persetujuan masuknya vaksin bergantung di tangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Pintu vaksin ada di BPOM dan prosedur uji klinis harus dipenuhi," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartato saat mengisi konferensi virtual BNPB bertema Update Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN): Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19, Selasa (27/10).

Baca Juga

Ia menyebutkan vaksin dari luar negeri, termasuk Sinovac dari China sudah masuk dalam tahap uji klinis dan diharapkan masuk Indonesia pada Desember 2020. Ia menambahkan, vaksin nantinya diberikan dalam bentuk jadi yaitu sebanyak 3 juta dan akan masuk bertahap.

Kemudian, dia melanjutkan vaksin juga diberikan dalam bentuk bahan baku yang akan diproduksi Badan Usaha Milik Negara Penghasil Vaksin Bio Farma. Airlangga menyebutkan, bahan baku yang diberikan di tahap awal saja setara 15 juta.

Kendati demikian, ia menegaskan produksi dan pengadaan vaksin dari luar negeri ini bisa dimulai setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA). Dengan prosedur UEA, dia melanjutkan, artinya BPOM telah melakukan evaluasi karena lembaga ini mendapatkan laporan uji klinis dari negara lain, termasuk Brasil.

Sebagai bentuk keseriusan evaluasi pengadaan vaksin ini, ia menyebutkan BPOM juga telah melakukan kunjungan ke luar negeri seperti China, G42, hingga Inggris. "Beberapa lokasi produksi juga dilihat, sehingga bisa memastikan cara pembuatan obat yang baik, kemudian penerapan protokol uji klinis untuk kepastian keselamatan, aman, dan efektif. Kalau seluruh persyaratan terpenuhi, baru bisa dilakukan imunisasi dengan perencanaan matang," katanya.

Sementara itu, ia menyebutkan interim report uji klinis vaksin Sinovac tahap 3 yang tengah dilakukan di Bandung, Jawa Barat, baru diketahui setelah awal Desember 2020. Kemudian, dia menambahkan, BPOM akan mengevaluasi hasilnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA