Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Polri Akui Tembak 1 KKB di Intan Jaya

Selasa 27 Oct 2020 14:10 WIB

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono

Foto: ANTARA/Reno Esnir
Anggota KKB yang meninggal terlibat dalam penembakan tim TGPF beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengakui, pihaknya menembak seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bernama Rubinus (MD) dan telah mengamankan Hermanus Tipagau. Kejadian itu terjadi saat baku tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dengan KKB pimpinan Sabinus Waker di Intan Jaya, Papua.

"Seorang anggota KKB yang meninggal dunia terlibat dalam penembakan tim TGPF beberapa waktu lalu sesuai melakukan olah TKP," jelas Awi dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Menurut Awi, kontak senjata tersebut terjadi di kampung Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (26/10) sekitar pukul 05.00 hingga 10.00 WIT. Pada saat kontak senjata, ada 50 orang bersenjata diduga KKB melakukan perlawanan terhadap tim gabungan TNI-Polri. Sehingga, tim gabungan TNI-Polri mengambil tindak tegas dan terukur.

Lanjut Awi, kelompok KKB pimpinan Sabinus Waker memiliki catatan kriminal di wilayah Papua. Mereka pernah melalukan penyerangan terhadap anggota Brimob pada tahun 2015. Kelompok ini juga dikenal kerap melakukan perampasan terhadap warga di kawasan Kampung Banti, Distrik Tembagpura, Kabupaten Mimika, Papua. 

Tidak hanya itu, Awi menjelaskan, kelompok yang menamakan diri "Kemabu" ini diduga juga telah merekrut remaja Papua bahkan yang masih di bawah umur. Namun, ia menegaskan, satgas gabungan TNI-Polri tidaklah menyasar anak di bawah umur dalam operasi menangkap separatis seperti yang dipropagandakan oleh akun akun medsos KKB. 

"Kelompok ini telah meracuni pikiran remaja Papua, merekrut serta mempersenjatai mereka dengan tujuan sebagai tameng hidup agar mudah melarikan diri," tutur Awi. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA