Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Pemimpin Oposisi Prancis Sebut Macron Kehilangan Kendali

Selasa 27 Oct 2020 13:35 WIB

Red: Nur Aini

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Pemimpin oposisi Prancis, Melenchon mengatakan dia tidak akan mendukung Macron

 

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Presiden Prancis Emmanuel Macron "benar-benar kehilangan kendali atas situasi" dalam perselisihannya dengan Turki terkait Islamofobia, kata seorang pemimpin oposisi dan mantan calon presiden Prancis pada Senin (26/10).

Jean-Luc Melenchon, pemimpin gerakan “La France insoumise” dan anggota parlemen dari wilayah Mediterania dengan populasi Muslim yang besar, mengatakan dirinya sempat mendukung Macron beberapa kali tetapi itu sudah berakhir, dan dia tidak akan mendukung Macron dalam perselisihannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Baca Juga

“Yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah diam,” kata dia kepada Radio Inter Prancis.

Dia mengungkapkan bahwa Macron "sebaiknya memikirkan tentang apa strateginya nantinya: Prancis sedang direndahkan, dihina, dan diejek, apa yang ingin dia lakukan, selain mencuit di Twitter?" Melenchon mengatakan Macron telah menandai gerakannya sebagai "kiri Islam" atau "Islam-kiri."

Awal bulan ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagai agama "dalam krisis" dan mengumumkan rencana membuat undang-undang yang lebih keras untuk menangani apa yang disebutnya "separatisme Islam" di Prancis.

Beberapa negara Arab, serta Turki, Iran, dan Pakistan mengutuk sikap Macron terhadap Muslim dan Islam, dengan Erdogan mengatakan pada Ahad bahwa pemimpin Prancis membutuhkan "perawatan mental." Setelah pernyataan Erdogan itu, Prancis memanggil kembali duta besarnya di Turki.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/pemimpin-oposisi-prancis-sebut-macron-kehilangan-kendali/2020203
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA