Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Perpusnas Bangun Perpustakaan di Merauke Senilai Rp 9,2 M

Rabu 28 Oct 2020 01:18 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Sejumlah pengunjung membaca buku di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu (5/8/2020). ilustrasi

Sejumlah pengunjung membaca buku di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu (5/8/2020). ilustrasi

Foto: ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO
Kehadiran perpustakaan diharapkan berdampak pada perbaikan ekonomi Merauke.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tranformasi perpustakaan mengajak perpustakaan tidak lagi berkutat pada aspek mengelola buku tetapi sudah mengelola pengetahuan. Perpustakaan memiliki potensi sumber daya alam dan kemampuan, sehingga berdampak pada perbaikan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan saat ini diperlukan sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh pihak untuk memberikan perhatian pada budaya literasi.

“Jangan lagi membuat kebijakan yang temporer karena yang kita butuhkan adalah serangkaian program, inovasi, ataupun pergerakan baru untuk membangkitkan literasi di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (27/10).

Pada hari ini, pihaknya menandai diresmikannya gedung fasilitas layanan Perpustakaan Kabupaten Merauke. Adapun pembangunan gedung ini memakan waktu pengerjaan selama 194 hari dan selesai pada Oktober 2020, merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 9,2 miliar.

Gedung baru yang berdiri diatas lahan seluas 2.977 meter persegi diharapkan menjadi sentra pembangunan SDM Kab. Merauke unggul, cerdas, dan bermartabat.

"Ayo kita ramaikan gedung perpustakaan yang baru dibangun ini. Mari kita semarakkan seluruh perpustakaan, apakah itu di sekolah, perguruan tinggi, desa/kampung/kelurahan, dimana pun keberadaannya. Hidupkan dengan aneka kegiatan literasi. Libatkan sejumlah mitra, seperti komunitas, pegiat yang bergerak di bidang literasi,” ucapnya.

Menurut Syarif terwujudnya gedung perpustakaan Kabupaten Merauke merupakan buah kerja keras pemerintah daerah sehingga akhirnya pengajuan dana pembangunan melalui dana alokasi khusus (DAK) bidang perpustakaan senilai Rp 10.064.890.000 berhasil disetujui pemerintah pusat.

Di samping itu, pada 2019 lalu, dinas perpustakaan dan kearsipan juga berhasil mendapatkan kucuran DAK untuk pengadaan koleksi senilai Rp225 juta. Adapun fasilitas layanan perpustakaan memiliki luas bangunan 821,5 meter dengan dua lantai, diantaranya ruang informasi dan lobby, ruang literasi, ruang miniatur Merauke, ruang baca, koleksi PAUD dan TK, ruang pengelolaan server/data, multimedia, dan auditorium.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Ruslan Ramli menambahkan era globalisasi kemajuan teknologi telah menyebabkan interaksi antarbangsa tidak terbatas ruang waktu. Adanya kejadian berbagai belahan dunia begitu cepat diketahui, sehingga tidak heran jika Ilmu pengetahuan saat ini banyak dipenuhi konsep-konsep kanal yang terus diperbaharui.

"Demikian dengan perpustakaan yang diharapkan terus berinovasi dalam teknologi. Perpustakaan sudah berkembang pesat mengembangkan format digital dan jaringan internet agar akses pengetahuan lebih mudah dan cepat," ucapnya.

Ke depan, diharapkan pembangunan tidak berhenti dengan selesainya pembangunan tetapi terus berkelanjutan mendukung teknologi informasi, seperti akses pengadaan buku elektronik (e-book) agar manfaat yang dirasakan masyarakat Kab. Merauke lebih luas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA