Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Dokter tak Kuasa Tahan Tangis Saat Umumkan Kematian Covid-19

Selasa 27 Oct 2020 11:47 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois Dr Ngozi Ezike tak kuasa menahan air matanya saat mengumumkan kasus Covid-19.

Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois Dr Ngozi Ezike tak kuasa menahan air matanya saat mengumumkan kasus Covid-19.

Foto: Facebook
Dokter di AS serukan masyarakat untuk tak lelah dan tak menyerah jalankan protokol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois Dr Ngozi Ezike sempat terdiam selama 40 detik di sela-sela memberikan pengumuman kasus Covid-19 terbaru. Dr Ezike tampak tak kuasa menahan tangis karena tingginya kasus kematian akibat Covid-19 yang harus dia umumkan.

"Ini adalah orang-orang yang memulai 2020 bersama kita dan tidak akan bersama kita saat merayakan hari Thanksgiving," ujar Dr Ezike, seperti dilansir Today.

Sesaat setelah mengatakan hal tersebut, tangisan Dr Ezike pecah. Dr Ezike sempat terdiam selama 40 detik sebelum di menyeka air matanya dan meminta maaf kepada publik.

"Saya minta maaf. Pesan saya kepada Anda adalah untuk tetap kuat. Ini merupakan situasi sulit yang kita tidak tahu di mana akhirnya," kata Dr Ezike.

Dr Ezike menyadari banyak orang yang mungkin sudah merasa lelah dan ingin menyerah dari menjalankan protokol-protokol kesehatan. Meski begitu, Dr Ezike meminta masyarakat untuk bersama-sama melawan rasa lelah dan ingin menyerah itu.

Dengan tidak menyerah, Dr Ezike mengatakan, sekolah-sekolah nantinya akan bisa kembali dibuka seperti sedia kala. Dengan tidak menyerah, lingkungan kerja yang sehat bisa kembali beroperasi untuk menjalankan bisnis seperti sedia kala.

Oleh karena itu, Dr Ezike tak bosan mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan tertib. Beberapa di antaranya adalah menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

"Mari kita bekerja bersama-sama," timpal Dr Ezike.

Dr Ezike mengatakan, sebagian orang mungkin merasa sehat dan tidak memiliki kekhawatiran mengenai kematian akibat Covid-19. Akan tetapi, kondisi pandemi ini bukan hanya tentang diri sendiri.

"Mari berpikir lebih dari diri sendiri dan pikirkan orang-orang yang mungkin tanpa kita sadari kita tulari, yang mungkin tidak seberuntung kita memiliki sistem imun dan status kesehatan seperti kita," jelas Dr Ezike.

Permohonan ini disampaikan Dr Ezike setelah banyak negara bagian di Amerika Serikat yang mencetak rekor baru untuk kasus Covid-19. Tak hanya itu, total kasus baru per hari di Amerika Serikat juga mengalami peningkatan berturut-turut. Pada Kamis, tercatat ada 77.640 kasus Covid-19 baru. Lalu pada Jumat, kasus baru Covid-19 yang ditemukan adalah 79.303 kasus.

Dr Ezike juga menyoroti kasus Covid-19 terbaru di Illinois yang mencapai 3.874 kasus. Total kematian yang terjadi sejak awal pandemi di Ilinois sudah mencapai 9.418 jiwa.

"Ini adalah ibu-ibu dan ayah-ayah kita, dan kakek-nenek kita, rekan-rekan kerja kita," ungkap Dr Ezike.

Dr Ezike mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak setelah tak kuasa menahan tangisnya. Dia mengatakan, tangisan tersebut pecah sebagai dampak dari kumpulan semua perasaan kecemasan, putus asa, dan kesedihan yang dia rasakan dari ratusan surel yang dia terima selama 24 jam ke belakang.

"Tampaknya setiap orang butuh pelepasan (emosi) ini bersama," ungkap Dr Ezike.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA