Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Ini Alasan Arsul Sani tak Maju dalam Pemilihan Caketum PPP

Selasa 27 Oct 2020 11:00 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Arsul mengatakan dua dari tiga posisi kunci di PPP sudah menyatakan maju caketum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan tak akan maju sebagai calon ketua umum (caketum) PPP dalam Muktamar yang akan digelar Desember mendatang. Ia beranggapan muktamar akan berpotensi tidak sehat jika tiga posisi kunci di PPP menyatakan maju sebagai caketum.

Arsul mengatakan, sejauh ini yang telah menyatakan diri siap maju sebagai caketum PPP yaitu Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Mardiono. "Bayangkan kalau tiga yang menjabat posisi kunci di PPP (yakni Plt Ketum, Ketua MPP dan Sekjen) maju semua, maka Muktamar akan kurang sehat suasananya," kata Arsul kepada Republika, Selasa (27/10).

Ia mengakui sejumlah DPC PPP mengusulkan namanya untuk maju. Namun karena alasan di atas itulah yang kemudian membuat Arsul memantapkan diri untuk tidak ikut-ikutan maju sebagai caketum PPP. 

Baca Juga

"Saya berpendirian harus ada pejabat kunci partai yang sepenuhnya hanya menyelenggarakan Muktamar saja dan bisa bertindak fair dan adil bagi para caketum untuk berkontestasi secara sehat. Ini kenapa saya tidak maju sebagai caketum," ungkapnya.

PPP dijadwalkan segera menggelar Muktamar pada akhir 2020. Sejumlah nama kandidat pun muncul seperti Suharso Monoarfa, Mardiono, Akhmad Muqowam, dan Arsul Sani.

Tidak hanya dari internal partai, sejumlah nama dari eksternal partai juga muncul seperti Sandiaga Uno, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Khofifah Indar Parawansa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA