Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Ragam Cara Warga Muslim Arab Kecam Presiden Prancis Macron

Senin 26 Oct 2020 23:33 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

 Seorang anak memegang foto Presiden Prancis Emmanuel Macron, dicap dengan tanda sepatu, selama protes terhadap Prancis di Istanbul, Minggu, 25 Oktober 2020. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu menantang Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi terhadap negaranya sekaligus meluncurkan serangan kedua terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron. Berbicara sehari setelah dia menyarankan Macron membutuhkan perawatan kesehatan mental karena sikapnya terhadap Islam dan Muslim, yang mendorong Prancis menarik duta besarnya untuk Ankara, Erdogan membidik kritik asing

Seorang anak memegang foto Presiden Prancis Emmanuel Macron, dicap dengan tanda sepatu, selama protes terhadap Prancis di Istanbul, Minggu, 25 Oktober 2020. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu menantang Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi terhadap negaranya sekaligus meluncurkan serangan kedua terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron. Berbicara sehari setelah dia menyarankan Macron membutuhkan perawatan kesehatan mental karena sikapnya terhadap Islam dan Muslim, yang mendorong Prancis menarik duta besarnya untuk Ankara, Erdogan membidik kritik asing

Foto: AP/Emrah Gurel
Warga Muslim Arab mempunyai cara beragam kutuk jeras Macron.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron mendapat kecaman dari sebagian dunia Muslim terutama negara-negara Arab, setelah komentarnya tentang kartun Nabi Muhammad.  

Dilansir di syriahr.com, Ahad (25/10)  Namun Prancis mulai meminta agar seruan boikot produk dan demonstrasi Prancis dihentikan. Dia menuding datang dari  minoritas radikal. Otoritas Prancis juga ingin mereka berkomitmen untuk  menjamin keamanan   orang Prancis yang tinggal di tanah mereka. 

“Kebebasan, kami menghargainya kesetaraan, kami jamin, persaudaraan, kita menjalaninya dengan intensitas. Tidak ada yang akan membuat kita mundur, selamanya. Sejarah kami adalah perjuangan melawan tirani dan fanatisme. Kami akan melanjutkan. Kami menghormati semua perbedaan dalam semangat damai. Kami tidak pernah menerima perkataan yang mendorong kebencian dan mendukung debat yang masuk akal,“ tulis Presiden Macron, juga menjadi sasaran serangan langsung oleh mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan.  

Baca Juga

Di  Aljazair, Ketua Partai Islamis Partai Keadilan dan Pembangunan menyerukan boikot produk Prancis dan meminta pemanggilan duta besar Prancis. Di  Maroko, partai oposisi Istiqlal (kanan tengah) mengecam  

"Kegigihan yang berulang-ulang dalam menerbitkan kartun yang menghina Nabi"  serta  Pernyataan yang menstigmatisasi Islam yang mempengaruhi sentimen Muslim di seluruh dunia, terutama dari Prancis.” 

Di  Tunisia, beberapa pengguna internet mengkritik cara yang digunakan untuk membela Nabi, mengolok-olok upaya boikot, dan membela kebebasan berekspresi.

Di  Libya, pengguna internet menyerukan demonstrasi di Lapangan Martir, di pusat kota Tripoli. Tetapi kurang dari 70 orang menanggapi. Potret Tuan Macron dan bendera Prancis diinjak-injak dan dibakar. Pemandangan serupa pernah diamati sehari sebelumnya di jalur  Gaza , dan sekitar 200 orang berkumpul di depan kediaman Duta Besar Prancis di  Israel . 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA