Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Alat Deteksi Covid-19 UGM Masuk Uji Diagnostik

Senin 26 Oct 2020 23:18 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fuji Pratiwi

Ilustrasi Covid-19. Genose C19 atau Gadjah Mada Electronic Nose memasuki tahap uji diagnostik sebelum diproduksi akhir tahun ini.

Ilustrasi Covid-19. Genose C19 atau Gadjah Mada Electronic Nose memasuki tahap uji diagnostik sebelum diproduksi akhir tahun ini.

Foto: Pixabay
Genose C19 merupakan alat pendeteksi Covid-19 melalui embusan nafas.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Genose C19 atau Gadjah Mada Electronic Nose merupakan alat kesehatan yang dikembangkan UGM untuk deteksi cepat gejala Covid-19 dengan embusan nafas. Kini, alat ini memasuki tahap uji diagnostik sebelum diproduksi akhir tahun ini.

Alat ini dikembangkan Kuwat Triyana dan tim. Kuwat mengatakan, alat ini sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan untuk segera menjalani uji diagnostik di sembilan rumah sakit mitra, salah satunya RSUP Dr Sardjito

"Kami ingin nanti harganya bisa semurah mungkin agar niat sosial untuk membantu (penanggulangan) Covid-19 ini bisa sampai," kata Kuwat, Senin (26/10).

Baca Juga

Desain uji diagnostik berupa cross sectional dan triple blinded. Rekrutmen subyeknya multicenter consecutive sampling hingga tercapai jumlah sampel berimbang antara kelompok positif Covid-19 dengan negatif Covid-19.

Pada tahap awal penerapan Genose C19 akan difungsikan sebagai alat screening. Sambil dievaluasi akurasi, sensitivitas dan spesifisitasnya, diharapkan dapat ditingkatkan menjadi alat diagnostik Covid-19 yang disetarakan PCR atau swab.

Anggota tim peneliti lain, Dian Kesumapramudya Nurputra menuturkan, dalam uji setiap pasien diambil sampel nafas dan sampel swab nasofaring bersamaan. Target, 1.500  sampel selama tiga pekan yang 10 persen dari sampel benar-benar pasien Covid-19.

"Kita tidak tahu sampel pasien yang diambil ini positif atau negatif supaya tidak terjadi penyimpangan dalam penelitian uji diagnostik. Akhir tahun ini kami sudah bisa dipasarkan komersial, saya kira ini hasil gotong royong multidisiplin ilmuwan," ujar Dian.

Rektor UGM, Panut Mulyono, menyampaikan apresiasi atas peran dan kontribusi RSUP Dr Sardjito dalam pelaksanaan uji diagnostik Genose C19. Ia berharap, semua mendukung pengembangan produk inovasi Genose C19 agar dapat segera dimanfaatkan.

"Untuk mitigasi dan percepatan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia," kata Panut.

Genose C19 sendiri merupakan inovasi Indonesia yang digunakan untuk pendeteksian Covid-19 melalui embusan nafas. Aplikasi terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara langsung.

Alata ini mampu bekerja paralel lewat proses diagnosis tersentral dalam sistem, validitas data terjaga untuk semua alat terkoneksi. Jalani uji profiling di RS Bhayangkara dan RS Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro dengan akurasi sistem 95 persen lebih.

Genose C19 diharap dapat memutus penyebaran Covid-19 dengan keunggulan biaya per uji lebih murah, hasil tes lebih cepat diketahui, jadi keputusan tindakan isolasi lebih cepat. Mudah diproduksi massal karena memakai analisa data Artificial Intelligence (AI). 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA