Senin 26 Oct 2020 23:07 WIB

Tak Cuma Muslim, Umat Kristen Arab Juga Kecam Macron 

Warga Kristen Arab turut serta mengecam pernyataan Macron.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
 Seorang pemuda memegang foto Presiden Prancis Emmanuel Macron, dicap dengan tanda sepatu, selama protes terhadap Prancis di Istanbul, Ahad, 25 Oktober 2020.
Foto: AP/Emrah Gurel
Seorang pemuda memegang foto Presiden Prancis Emmanuel Macron, dicap dengan tanda sepatu, selama protes terhadap Prancis di Istanbul, Ahad, 25 Oktober 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS –  Kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, tidak hanya datang dari umat Islam, tetapi juga umat Kristiani. 

Umat Kristen Arab turut mengecam pernyataan terbaru Presiden Prancis terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, Ahad (25/10). 

Baca Juga

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi, sebuah pernyataan yang memicu kemarahan di dunia Arab dan Muslim.  

Jalal Chahda, seorang penyiar senior dengan saluran berita Aljazirah yang berbasis di Qatar, mengatakan dalam sebuah tweet, "Saya Jalal Chahda, seorang Kristen Arab Levantine, dan saya dengan keras menolak dan mencela penghinaan terhadap Nabi Islam, Utusan Tuhan#Mohammad. Berkah dan damai," sebagaimana dilaporkan Anadolu, Senin (26/10). 

Chahda juga melampirkan foto dengan keterangan, "Muhammad, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian." Itu diikuti komentar dari rekan Muslimnya yang memuji tweet tersebut.  

Ghada Owais, presenter Aljazirah lainnya yang juga beragama Kristen, men-tweet ulang tweet Chahda, "Saya menolak untuk menyakiti perasaan Muslim atau untuk menggeneralisasi terorisme dan mengaitkannya dengan Islam."  

Seorang pengguna Twitter bernama Ayman Dababneh, "Siapa yang menyinggung dan tidak menghormati saudara Muslim saya tidak menghormati saya sebagai seorang Kristen Yordania," dia juga melampirkan foto yang mengatakan "Saya seorang Kristen melawan pelecehan Islam."  

Michael Ayoub berkata di Twitter: "Saya benar-benar membenci orang yang menghina agama orang lain atau mengejek dia atau utusannya." 

"Apa yang terjadi di Prancis adalah kemerosotan, dan ini menggarisbawahi bahwa mereka sangat jauh dari ajaran Alkitab."  

Raymond Maher menulis di akun Twitter-nya bahwa, “Sejak kemarin, semua yang saya lihat di beranda berita Facebook saya adalah unggahan untuk orang Kristen yang mengutuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad, dan begitulah sifat kita di Mesir. Kami adalah satu [Muslim dan Kristen].” 

Di Facebook, puluhan orang Kristen termasuk ‘Fathi Daniel’ dan ‘Wael Elbatl’ mengungggah gambar dengan komentar serupa yang disertai dengan pujian dari umat Islam. 

Pengacara Mesir Nevin Malak juga bercuit di bawah tagar '#Lawan menghina Nabi' mengutip beberapa ajaran Alkitab yang menyerukan untuk menghormati agama lain.  

Selama beberapa hari terakhir, Prancis telah memperlihatkan pemasangan gambar yang menghina Nabi Muhammad di fasad beberapa bangunan di negara itu.  

Selain kartun provokatif, awal bulan ini, Presiden Macron menggambarkan Islam sebagai agama  krisis dan mengumumkan rencana untuk undang-undang yang lebih keras untuk menangani apa yang disebutnya "separatisme Islam" di Prancis. Muslim Prancis menuduhnya mencoba menekan agama mereka dan melegitimasi Islamofobia. 

Beberapa negara Arab serta Turki dan Pakistan juga mengutuk sikap Macron terhadap Muslim dan Islam, dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemimpin Prancis itu membutuhkan pemeriksaan kesehatan mental.

Sumber:  https://www.aa.com.tr/en/world/arab-christians-slam-french-insults-against-islam/2018950

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement