Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Semangat Bela Negara Modal Atasi Krisis Akibat Pandemi

Senin 26 Oct 2020 20:40 WIB

Red: Hiru Muhammad

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai perjuangan Kartini membawa banyak perubahan untuk perempuan Indonesia.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai perjuangan Kartini membawa banyak perubahan untuk perempuan Indonesia.

Foto: MPR
Disiplin menerapkan protokol kesehatan bagian dari semangat bela negara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebutkan semangat bela negara dapat dijadikan sebagai modal untuk mengatasi krisis akibat pandemi Covid-19. Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Senin (26/10) mengatakan disiplin menerapkan protokol kesehatan pada masa pandemi merupakan bagian dari semangat bela negara.

Hal itu mencegah sebaran Covid-19 yang mematikan itu sama dengan menjaga lingkungan dan dalam skala luas berarti juga menjaga negara ini."Semangat bela negara ini merupakan salah satu faktor yang bisa diakselerasi untuk menghadapi resesi ekonomi akibat pandemi," kata Rerie.

Menurut dia, disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak merupakan upaya menjaga diri dan keluarga dari serangan Covid-19."Dalam skala lebih luas lagi menjaga keluarga bisa berarti juga menjaga lingkungan dan negara sehingga langkah itu bisa dimaknai bagian dari bela negara," kata Rerie.

Upaya lain yang bisa ditingkatkan untuk menghadapi krisis, menurut dia, adalah institusi pemerintah bekerja secara terstruktur dan sistematis untuk menciptakan konsolidasi yang kokoh, dan yang tidak kalah penting, koordinasi pemerintah pusat dan daerah, serta koordinasi antarpemerintah daerah."Dengan memperkuat konsolidasi dan koordinasi semua elemen bangsa, dukungan terhadap kemandirian negara dalam melawan Covid-19 dan resesi ekonomi akan semakin kuat," kata dia.

Karena, menurut Rerie, pandemi Covid-19 ini dialami hampir semua negara di dunia dan hingga saat ini belum ada kepastian kapan bencana ini akan berakhir. Dengan kondisi seperti saat ini, lanjut dia, tentu saja setiap negara akan memprioritaskan kepentingannya masing-masing. Pada saat inilah kemandirian sebuah negara diuji.

Menurut dia, semangat menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam menghadapi ancaman resesi akibat Covid-19 diwujudkan dalam membangun kesadaran bersama atas nasionalisme dan semangat kebangsaan di atas kepentingan kelompok, daerah, dan keyakinan. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kata Rerie, merupakan modal dasar penguatan solidaritas sosial dalam penanganan Covid-19, karena negara Indonesia merupakan negara multietnis.

"Multikulturalisme Indonesia harus dijadikan landasan budaya yang terkait dengan pencapaian keadaan untuk memperkokoh terbentuknya kekuatan solidaritas nasional dalam menghadapi ancaman resesi akibat Covid-19," ujarnya.

 

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler