Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Vaksin Covid-19 Oxford Ciptakan Respons Imun pada Lansia

Senin 26 Oct 2020 19:01 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Vaksinasi (ilustrasi). Calon vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dan Oxford merupakan salah satu kandidat anti virus SARS-CoV-2 terdepan dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

Vaksinasi (ilustrasi). Calon vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dan Oxford merupakan salah satu kandidat anti virus SARS-CoV-2 terdepan dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

Foto: AP Photo/Rogelio V Solis
Hasil uji klinis pada lansia tunjukkan vaksin Covid-19 Oxford picu respons imunitas.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Calon vaksin Covid-19 buatan University of Oxford dan AstraZeneca Plc tampak mampu memproduksi kekebalan tubuh orang lanjut usia. Temuan itu didapat dari hasil uji klinis yang melibatkan sejumlah lansia, kelompok yang dianggap paling rentan kena Covid-19, menurut dua narasumber sebagaimana dikutip oleh Financial Times (FT).

Menurut sumber itu, calon vaksin tersebut dapat memantik respons imun dari antibodi dan sel T para lansia. Temuan itu jadi pendorong bagi para peneliti yang ingin membuktikan bahwa vaksin dapat mencegah para lansia mengalami gejala sakit parah, bahkan meninggal dunia akibat Covid-19.

FT memberitakan hasil kajian itu akan segera diterbitkan oleh para peneliti, tetapi media itu tidak menyebutkan nama jurnalnya. Temuan tersebut memperkuat data yang diterbitkan oleh peneliti pada Juli 2020.
Data itu menunjukkan calon vaksin buatan Oxford dan AstraZeneca dapat memicu adanya "respons kekebalan yang kuat" di tubuh sejumlah orang dewasa berusia 18 sampai 55 tahun, demikian laporan FT. Beberapa orang, sebagaimana diberitakan FT, mendapatkan data itu dari tes imunogenitas darah.

Walaupun demikian, hasil positif dari tes imunogenitas tidak menjamin calon vaksin itu aman dan efektif digunakan oleh publik, khususnya mereka yang berusia lanjut. Calon vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dan Oxford merupakan salah satu kandidat anti virus SARS-CoV-2 terdepan dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

Oxford dan AstraZeneca belum menjawab pertanyaan terkait persoalan itu. Salah satu calon vaksin Covid-19, yang disebut AZD1222 atau ChAdOx1 nCoV-19, dibuat oleh peneliti dari University of Oxford dan lisensinya pada April 2020 diserahkan ke AstraZeneca Plc.

AstraZeneca bertugas menjalankan uji klinis dan produksi vaksin. Perusahaan farmasi pada Jumat pekan lalu mengatakan pihaknya melanjutkan uji klinis AZD1222 di Amerika Serikat setelah otoritas setempat mengeluarkan izin untuk kegiatan tersebut.

AZD1222 dibuat dari virus flu yang telah dilemahkan dan sampelnya diambil dari simpanse. Vaksin itu dirancang untuk memancing tubuh agar menciptakan respons imun saat terserang Covid-19.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA