Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Mengapa Belajar Coding Itu Penting?

Senin 26 Oct 2020 20:55 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Coding. Ilustrasi

Coding. Ilustrasi

Foto: Google
Coding merupakan soft skill karena membantu memecahkan masalah dan berkomunikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belajar coding kini makin di kenal luas oleh masyarakat. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim, hingga pendiri Apple Steve Jobs pernah menyebut coding sebagai hal yang penting.

Urgensi untuk belajar coding juga diungkapkan co-founder Skilvul William Hendradjaja. Menurut dia, belajar coding penting, tidak hanya untuk programmer, tetapi juga untuk mempersiapkan diri menuju era transformasi digital abad 21.

Coding juga merupakan soft skill yang penting karena membantu memecahkan masalah, kemampuan beradaptasi, kolaborasi, dan komunikasi. "Ini menjadi bekal yang sangat penting untuk kita miliki karena kita tidak tahu tiga tahun lagi, lima tahun lagi, jenis pekerjaan apa yang masih ada dan tidak ada," kata William.

Menurut data Forbes 2018, teknologi telah mengambil alih 90 persen pekerjaan manusia. "Jadi, kita melihat sekarang mau jualan di warteg aja sekarang semuanya pakai aplikasi. Terus, mau jualan kopi sekarang pakai aplikasi. Itu teknologi sudah semuanya ada di kehidupan manusia," ungkap cofounder dan CEO Markoding Amanda Simandjuntak.

Kedua, menurut McKinsey Global Institute, ada 800 juta pekerjaan yang akan diautomasi pada 2030. Artinya, peran manusia sudah tidak diperlukan dan pekerjaan itu sudah bisa dilakukan oleh mesin. Peran manusia akan sangat sedikit dan itu adalah hal yang harus diantisipasi.

Ketiga, menurut data KPMG, akan ada 9 juta pekerjaan yang tidak bisa dipenuhi di Indonesia. Selain itu, menurut Amanda, programmer tidak hanya pekerjaan laki-laki, tetapi juga perempuan.

Mungkin saat ini lebih banyak laki-laki yang berkarier menjadi programmer, tetapi bukan berarti perempuan tidak bisa. "Menurut aku sendiri, perempuan itu kurang PD saja, tapi sebenarnya secara kemampuan itu sama," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA