Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Mau Belajar Coding, Mulai dari Mana Ya?

Senin 26 Oct 2020 20:39 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Kemampuan membuat coding

Kemampuan membuat coding

Foto: Littlestepasia
Coding adalah memberi instruksi kepada komputer untuk berbuat sesuatu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belajar coding kini makin di kenal luas oleh masyarakat. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim, hingga pendiri Apple Steve Jobs pernah menyebut coding sebagai hal yang penting.

Nadiem Makarim mengungkapkan, 5 hingga 10 tahun ke depan kita wajib menguasai dua bahasa, yakni bahasa Inggris dan bahasa coding. Senada, Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan, pramuka harus dididik tidak hanya bahasa morse, tetapi juga bahasa dan pengetahuan digital, misalnya coding, artificial intelligence, advanced robotic, dan internet of things (IoT).

Steve Jobs juga mengungkapkan, semua orang sebaiknya belajar coding karena coding mengajarkan cara berpikir. Namun, sebenarnya apa itu coding?

Co-founder dan CEO Markoding Amanda Simandjuntak mengatakan, coding adalah memberi instruksi kepada komputer untuk berbuat sesuatu. Perintah dilakukan dengan menggunakan bahasa yang dimengerti komputer. Misalnya, seseorang memberikan instruksi supaya komputer yang digunakan bisa memesan makanan. Jika bisa, berarti kodenya berhasil.

Bahasa pemrograman komputer sangat banyak, di antaranya Java Script, Swift, PHP, Pascal, dan Scala. Demikian juga dengan tipe area utama pemrograman, yakni language, compilers, embedded systems, operating systems, data science, video game, devops, desktop apps, mobile apps, dan web apps.

Di web apps sendiri, dunia coding terbagi menjadi front end developer dan back end developer. Namun, ada juga yang full-stack developer.

Amanda mengungkapkan, front end developer bertugas menangani visual atau apa yang terlihat oleh mata. Contohnya adalah warna dan tombol di aplikasi daring.

Kemudian, back end adalah yang bertugas mengurusi kejadian di "belakang" aplikasi. Contohnya, jika ada yang memesan makanan, yang menghitung biaya makan, dan berapa jaraknya, itulah fokus back end developer.

"Kalau fullstack, itu bisa dua-duanya, bisa front end, back end. Masih banyak tipe-tipe yang lain. Ada yang buat video game, data scientist, ada yang menger jakan operating system juga," ujar Aman da dalam webinar M-Class: Meraih Suk ses di Era Digital dengan Belajar Coding, pekan lalu.

Web development, kata Amanda, berkaitan dengan bagaimana membuat la man. "Kalau misal teman-teman langsung mulai belajar aplikasi mobile, itu menurut aku cukup sulit untuk yang baru banget. Sebaiknya teman-teman mulai dari buat web dulu," kata Amanda.

Pemula juga bisa mempelajari tiga hal utama untuk membuat laman, yakni HTML, CSS, dan Java Script. Untuk mem buat kerangka sebuah laman, programmer menggunakan kode HTML.

Setelah kerangkanya selesai, tampilan laman kemudian dibuat lebih menarik de ngan CSS. Contohnya, gaya warna, tipe tulisan, ketebalan, dan lain sebagainya. Sedangkan, Java Script berperan membuat laman menjadi lebih interaktif lagi. Contohnya, membuat elemen di website menjadi tiba-tiba muncul dan menghilang.

Di Markoding, peserta belajar meng gunakan platform Skilvul. Amanda juga salah satu co-founder platform tersebut. "Kita membuat platform ini supaya mUdah belajar code-nya. Platform ini untuk pemula banget. Jadi, kami mendesain ini dengan bayangan kami dulu sebelum pernah belajar coding sama sekali," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA