Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Di Balik Tuntunan Ucapan Insya Allah Surat Al-Kahfi Ayat 24

Senin 26 Oct 2020 17:36 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Nashih Nashrullah

Terdapat hikmah di balik tuntunan mengucapkan insya Allah dalam surat Al-Kahfi Berdoa. Ilustrasi

Terdapat hikmah di balik tuntunan mengucapkan insya Allah dalam surat Al-Kahfi Berdoa. Ilustrasi

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Terdapat hikmah di balik tuntunan mengucapkan insya Allah dalam surat Al-Kahfi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Rencana Anda dan rencana Allah SWT terkadang sama. Misal, Anda memutuskan untuk lanjut ke perguruan tinggi dan Allah mengizinkan anda belajar di sana.

Atau Anda memutuskan untuk lulus lebih awal dan Allah mengizinkan Anda lulus lebih awal. Bisa dikatakan semuanya berjalan sesuai rencana anda dan Allah.

Namun, terkadang rencana anda dan rencana Allah tidak sama. Seperti Anda ingin bertahan dalam pekerjaan itu selama sepuluh tahun, tetapi anda dipecat setelah enam bulan. Dalam surat Al-Kahfi ayat 24, Allah berfirman :

Baca Juga

إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَٱذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰٓ أَن يَهْدِيَنِ رَبِّى لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

Illā ay yasyā`allāhu ważkur rabbaka iżā nasīta wa qul \'asā ay yahdiyani rabbī li`aqraba min hāżā rasyadā

Artinya : “Kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini."

Dilansir About Islam, Senin (26/10), ayat tersebut mengakui tidak semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana manusia. Namun, manusia masih tetap harus membuat rencana dan berusaha. Walaupun pada akhirnya Allah yang akan memutuskan apakah rencana tersebut berhasil atau tidak. Ingatlah selalu Allah ketika kamu lupa pada-Nya.

Harapan

Kata-kata ini adalah doa dan lebih dari sekedar doa, itu merupakan pernyataan optimisme. Anda memikirkan masa depan hanya karena penggunaan kata Arab “’ asa ” yang digunakan untuk mengungkapkan harapan.

Allah mengajarkan dalam ayat tersebut Muslim harus memiliki harapan di masa depan. Iman dan Alquran membuat seorang Muslim optimis tentang masa depan. Tidak peduli apa yang dikatakan melalui berita maupun apa yang terjadi pada kemarin dah hari sebelumnya.

Anda sebaiknya bersikap penuh optimis dan berharap Allah akan membuat segalanya lebih baik. Untuk Anda, untuk orang-orang di sekitar anda, dan untuk kemanusiaan.

 

Semua orang menginginkan pekerjaan yang lebih baik, situasi keuangan yang lebih baik, situasi keluarga yang lebih baik, dan situasi kesehatan yang lebih baik. Tapi tahukah Anda?

Hal paling mendasar yang Anda butuhkan adalah tuntunan Allah. Begitu anda memilikinya, semuanya akan berhasil. Jika anda tidak memilikinya, Anda dapat memiliki yang lainnya dan tidak memiliki apa-apa. 

Sumber: https://aboutislam.net/spirituality/be-optimistic-about-the-future-trust-in-allahs-plan/

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA