Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Depok Kembali Zona Merah, GTPPC: Masih dari Klaster Keluarga

Senin 26 Oct 2020 17:10 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).

Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).

Foto: AP Photo/Gerald Herbert
Angka reproduktif penyebaran Covid-19 di Kota Depok menjadi 1,9.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Pemerintah Pusat, Senin (26/10) merilis perkembangan kasus virus Corona (Covid-19) di seluruh daerah di Indonesia. Dalam rilis tersebut dilaporkan, Kota Depok kembali masuk zona merah Covid-19.

"Ya, Kota Depok kembali ke zona merah, rilis terkini dari Pemerintah Pusat angka reproduktifnya menjadi 1,9," ujar Juru Bicara (Jubir) GTPPC Kota Depok Dadang Wihana dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (26/10)
 
Dia menegaskan, Kota Depok kembali ke zona merah tidak terlepas karena Kota Depok masih berhubungan dengan kota lainnya, terutama Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi. "Penyebabnya masih dari klaster keluarga. Itu sudah terjadi selama tiga pekan belakangan ini," terang Dadang.

Menurut Dadang, dengan status zona merah, GTPPC Kota Depok memperpanjang waktu Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) hingga 1 November 2020. "Tercatat ada 240 lokasi PSKS di Kota Depok, hal itu sesuai data yang dikantongi GTPPC Kota Depok," tegasnya.

GTPPC Kota Depok juga melaporkan perkembangan terbaru data pada 26 Oktober 2020 yakni jumlah pasien positif Covid-19 kembali bertambah 83 orang. Total pasien positif Covid-19 yakni 6.858 orang.

Untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia bertambah cukup banyak yakni lima orang. Total keseluruhan pasien positif Covid-19 meninggal dunia yakni 192 orang.

Adapun, saat ini untuk pasien positif Covid-19 yang sembuh bertambah 74 orang. Adapun total keseluruhan pasien positif Covid-19 yang sembuh menjadi 5.333 orang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA