Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

'Kelas Monev Bantu Petani Tingkatkan Kesejahteraan'

Senin 26 Oct 2020 17:02 WIB

Red: Fernan Rahadi

Kelas monitoring dan evaluasi (monev) dalam Workshop Laporan Keuangan IPDMIP Triwulan III 2020, di Manado, Sulawesi Utara,  Senin (26/10).

Kelas monitoring dan evaluasi (monev) dalam Workshop Laporan Keuangan IPDMIP Triwulan III 2020, di Manado, Sulawesi Utara, Senin (26/10).

Foto: dokpri
Tim monev harus mengetahui data-data apa yang dibutuhkan dan memang diperlukan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO – Salah kegiatan yang digelar dalam Workshop Laporan Keuangan IPDMIP Triwulan III 2020, di Manado, Sulawesi Utara, adalah kelas monitoring dan evaluasi (monev). Kelas ini diharapkan bisa membantu petani dalam meningkatkan kesejahteraan.

Penilaian tersebut disampaikan salah seorang peserta kelas Monev asal Poso, Sutji, Senin (26/10). "Dengan mengikuti kegiatan ini, kita bisa mengetahui tujuan dari hasil evaluasi. Serta mengarahkan petani apa saja yang perlu dibina. Kita juga bisa mengarahkan petani untuk meningkatkan hasil produksinya. Jadi sangat membantu petani untuk meningkatkan kesejahteraannya," katanya dalam siaran pers, Senin (26/10).

Sementara Asisten Monev Bambang Agus mengatakan melalui kelas ini pihaknya menyampaikan tentang bagaimana menentukan posisi. "Di kelas monev kita akan sampaikan  mengenai log frame. Dengan log frame kita bisa menentukan di mana posisi proyek kita. Dan karena kita sudah masuk tahun ketiga, kita bukan lagi bicara proses tetapi hasil," katanya.

Selain itu, tim monev juga akan diarahkan agar tidak hanya menjadi pengetik. Tetapi juga mengetahui data-data apa yang dibutuhkan dan memang diperlukan. "Dan tentunya harus sesuai goal kita untuk meningkatkan produksi tanaman padi di areal daerah irigasi," ujarnya.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan BPPSDMP Kementan, Leli Nuryati, mengatakan monev adalah bagian penting di IPDMIP. "Karena dengan kegiatan monev ini kita bisa mengetahui bagaimana proses di lapangan, dan apakah target yang dituju bisa tercapai atau tidak dan lainnya," kata Leli.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mengatakan IPDMIP harus didukung. "Tujuan IPDMIP sangat baik, karena menargetkan peningkatan produktivitas. Dan ini juga sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian untuk selalu menggenjot pertanian agar produktivitas bisa dimaksimalkan,"katanya.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pentingnya peningkatan kualitas SDM. "Untuk mendukung IPDMIP dan meningkatkan kualitas SDM serta menggenjot produktivitas, Kementerian Pertanian akan memaksimalkan Kostratani. Kita bangun pertanian dari kecamatan, dari lapangan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA