Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Sandiaga yang Dipandang Sosok Ideal Pimpin PPP

Senin 26 Oct 2020 13:02 WIB

Red: Indira Rezkisari

Sandiaga Uno disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sandiaga Uno disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Foto: Republika/Prayogi
Gerindra meyakini Sandiaga akan memilih bertahan bersama Prabowo

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Febrianto Adi Saputro, Arif Satrio Nugroho

Nama Sandiaga Uno tiba-tiba muncul dalam bursa calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Munculnya nama orang luar sebagai calon pemimpin partai politik berlambang Kabah itu dipandang sebagai adanya krisis kepemimpinan.  

"Ya kalau orang dalam mengusulkan ya tentu ada krisis kepemimpinan di PPP ini, artinya temen-temen PPP ini tidak terlampau confidence (percaya diri) dengan nama-nama yang ada saat ini termasuk Pak Suharso," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, Senin (26/10).

Ia memandang sistem kepartaian di Indonesia tidak mengenal ideologi partai dan kaderisasi. Sehingga menurutnya sangat dimungkinkan seorang kader dari partai lain kemudian pindah dan ikut dalam bursa pemilihan calon ketua umum partai tertentu.

"Siapa orang yang dianggap potensial maju memimpin partai, ya di situlah kemudian akan terjadi kepemiminan yang tanpa diduga," ujarnya.

Adi menilai sosok Sandiaga ideal memimpin PPP. Sandiaga juga dianggap sosok yang memiliki instrumen yang cukup dalam memimpin PPP ke depan.

"Warna ke-Islamannya juga kuat Sandi itu kan. Di kalangan kelompok-kelompok Islam dia diterima ya toh," kata Adi.

Selain itu Sandi juga dipandang sebagai sosok muda dan populer. Ditambah lagi latar belakang Sandi yang juga merupakan seorang pengusaha dinilai bisa membantu menggerakan mesin partai.

"Harus dilihat kenapa Pak Sandi masuk bursa, karena memang dia pengusaha, yang bisa menggerakan mesin partai. Dan itu sebenarnya yang dilihat peluangnya kenapa Sandi masuk dalam bursa itu," ujarnya.

Selain Sandi, nama lain seperti Khofifah Indar Parawansa juga disebut diusulkan masuk bursa caketum PPP. Sama seperti Sandi, Adi menganggap Khofifah potensial menjadi caketum PPP.

Menurutnya wajar Khofifah dikaitkan dengan PPP. Apalagi, Gubernur Jawa Timur itu merupakan mantan kader PPP.

"Kalau Khofifah jelas dia punya riwayat ke PPP-an. Dia mantan politikus PPP, Sandi karena sosoknya yang milenial, muda, dan sebenarnya di situlah letak daya tariknya Sandi itu, selain dia pengusaha yang tentu dia punya pundi-pundi logistik yang bisa menggerakan mesin partai nantinya," ungkapnya.

Sementara itu, di internal PPP sendiri, ia menilai sejauh ini nama Suharso Monoarfa memang dianggap cukup ideal menjadi ketua umum PPP di antara nama-nama lain yang juga muncul seperti Ahmad Muqowam, Ahmad Farial, dan M Mardiono. Namun ia menganggap ketokohan Suharso di PPP masih kurang terlihat.

Suharso justru sering muncul ke publik sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas ketimbang sebagai pimpinan partai. "Bunyi sebagai ketua umum partai jarang terlihat ketimbang bunyi sebagai menterinya Presiden. Dia tidak terlampau populer sepopuler Sandi, makanya nama Sandi di situ," ujarnya.

Selain Suharso, kader internal PPP lainnya yang juga dianggap ideal memimpin PPP yaitu Sekjen PPP Arsul Sani. Menurutnya Arsul lebih sering merepresentasikan suara PPP selama ini. "Semua sangat tergantung PPP mau seperti apa," ungkapnya.



Sandiaga saat ini duduk di kursi Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra. Wakil Sekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian meyakini bahwa Sandiaga tak akan pindah ke partai lain.

"Terlebih Istri bang Sandi juga Mpok Nur merupakan Dewan Pembina Gerindra. Bang Sandi sangat sayang dan nyaman dengan Gerindra," kata Kawendra kepada Republika, Senin (26/10).

Dirinya mengaku telah mengenal sosok Sandi selama 13 tahun. Menurutnya Sandi merupakan orang yang loyal dalam berjuang. "Bukan orang yang pendiriannya mudah goyang," ujar juru bicara Sandiaga tersebut.

Kawendra juga meyakini bahwa Sandi berkomitmen untuk sama-sama semakin membesarkan Gerindra. Ia memahami komunikasi yang dijalin Sandi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, serta sejumlah  pimpinan Partai Gerindra lainnya selama ini sangat baik dan intens.

"Saya yakin Bang Sandi tetap berjuang untuk rakyat bersama Pak Prabowo di Gerindra," ungkapnya.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pula keyakinan kalau Sandiaga akan bertahan bersama Gerindra. "Kami tetap berharap sandi tetap menjadi keluarga besar kami dan kami yakin Sandi tidak akan menerima ajakan partai lain," kata Dasco.

Menurut Dasco, wajar bila ada partai lain pada Sandiaga agar bergabung. Ajakan itu, kata Dasco bahkan tak cuma muncul dari PPP.

"Berarti Sandi diterima dan mempunyai (basis) pemilih yang besar. Sehingga kemudian sebenarnya tidak cuma PPP yang menawarkan," ujar dia.

Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi mengakui adanya nama Sandiaga Uno dalam bursa Caketum PPP. Nama itu, kata dia, berasal dari sejumlah Dewan Pengurus Cabang (DPC).

"Yang nyebut nama sandiaga Uno ada beberapa DPC," kata Baidowi saat dihubungi Republika melalui pesan singkat, Ahad (25/10). Namun ia tak menyebutkan secara rinci DPC mana yang mengusulkan Sandiaga.

Pria yang kerap disapa Awiek itu menegaskan, bahwa nama Sandiaga sendiri masih sebatas wacana. Sebab, jika merujuk pada AD/ART PPP, Sandiaga tak dimungkinkan menjadi calon ketua umum.

Berdasarkan AD/ART, Ketua Umum harus sudah pernah menjadi pengurus di Dewan Pimpinan Pusat atau Wilayah minimal satu periode. Namun, kata dia, AD/ART juga bisa diubah di muktamar. Makanya semua tergantung muktamirin.

Saat ini, PPP masih dipimpin oleh Ketua Umum Pelaksana Tugas Suharso Monoarfa. Ia memimpin PPP setelah ketua umumnya Romahurmuziy tersandung perkara korupsi. Suharso sendiri menyatakan akan maju sebagai ketua umum.

Selain Suharso, kata Arsul, ada pula nama - nama lain di antaranya M. Mardiono anggota Wantimpres, Ahmad Muqowam dan Ahmad Farial. Jajaran PPP Jatim juga mengusulkan Khofifah dan Gus Ipul.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan segera melakukan Muktamar IX dengan salah satu agenda pemilihan ketua umum. Sejumlah nama yang dihadang bakal menjadi calon ketua umum pun mulai bermunculan.

"Terkait Muktamar tersebut  memang muncul beberapa nama kandidat. Yang sudah mendeklarasikan untuk maju sebagai Caketum adalah Pak Suharso," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani saat dihubungi, Senin (26/10).

Selain Suharso, menurut Arsul ada sejumlah nama yang disebut-sebut masuk bursa caketum PPP. Nama lain itu di antaranya adalah politikus PPP yang kini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) M. Mardiono. Di PPP, Mardiono merupakan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat.

"Kemudian ada tokoh senior partai seperti Ahmad Muqowam dan Ahmad Farial," kata Arsul.

Muqowam merupakan politikus senior PPP yang tiga periode pernah duduk sebagai Anggota DPR RI. Ahmad Farial juga merupakan tokoh lama di partai berlambang Ka'bah itu.

Sementara itu, kata Arsul, ada pula sejumlah tokoh dari eksternal partai yang diusulkan masuk dalam bursa caketum. PPP Jawa Timur disebut mengusulkan Khofifah Indar Parawansa sebagai calon ketua umum. Khofifah saat ini merupakan  Gubernur Jawa Timur.

Selain itu, Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul yang merupakan eks Wagub Jawa Timur dan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal juga muncul.

Kemudian, belakangan muncul pula nama Sandiaga Uno. Pengusaha tersebut pernah menjadi Calon Wapres mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Sandiaga juga pernah menjadi Wagub DKI Jakarta. Saat ini, Sandiaga masih aktif di Partai Gerindra sebagai Wakil Dewan Pembina.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA