Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Kurangi Garam, Guru Besar IPB Sarankan Penggunaan Umami

Senin 26 Oct 2020 09:27 WIB

Rep: Desy Susilawaty/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Garam (Ilustrasi). Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, C.Ht menyatakan  mengurangi asupan garam atau diet rendah garam, sebagai salah satu upaya yang esensial dan cukup mudah dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi

Garam (Ilustrasi). Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, C.Ht menyatakan mengurangi asupan garam atau diet rendah garam, sebagai salah satu upaya yang esensial dan cukup mudah dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi

Foto: Pixabay
Bumbu Umami disebut memiliki kandungan natrium sepertiga dari garam normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di masa pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, masyarakat Indonesia sangat khawatir akan kondisi penyakit degeneratif, seperti hipertensi dan penurunan sistem imun. Penyakit tersebut bisa mempengaruhi proses pemulihan jika terkena virus Covid 19. Lalu bagaimana caranya mengurangi risiko hipertensi?

Menurut Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, C.Ht, sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi, mulai dari jalankan gaya hidup sehat dengan berolahraga teratur, dan hindari kebiasaan merokok dan minuman alkohol, hingga yang cukup kompleks dengan menjalankan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Namun, kita juga bisa mengurangi asupan garam atau diet rendah garam, sebagai salah satu upaya yang esensial dan cukup mudah dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi.

“Untuk mensiasati pengurangan asupan garam atau diet rendah garam, kita dapat mengganti penggunaan sebagian garam dengan bumbu umami seperti MSG yang akan memberikan dampak positif lainnya," ujarnya lewat keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (25/10).

Jadi, lanjutnya, jika kalian tetap ingin makanan yang dikonsumsinya memiliki cita rasa yang tinggi, tapi sekaligus ingin diet rendah garam juga, cara ini sangat sesuai. "Faktanya, strategi ini juga dapat meningkatkan sistem imun kita,” ungkap Prof Ahmad.

Ia menjelaskan, kandungan natrium pada MSG itu hanya 1/3 kandungan natrium pada garam dapur normal, dan sudah banyak juga penelitian terdahulu yang membuktikan bahwa penggunaan MSG bermanfaat untuk membantu penurunan asupan garam namun tetap menjaga palatabilitas makanannya. 

"Ini juga terbukti dengan sertifikasi halal MUI dan izin BPOM bahwa penggunaan MSG sangat aman, sepanjang sesuai dengan anjuran penggunaan,” lanjutnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA