Senin 26 Oct 2020 09:07 WIB

Tambah 50 Kasus Covid-19, Kota Bandar Lampung Terbanyak

Kasus kematian bertambah dari Bandar Lampung 2 orang dan Lampung Timur 1 orang.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Bilal Ramadhan
Petugas gabungan memberikan sanksi kepada pengguna jalan yang tidak menggunakan masker saat razia masker di sejumlah jalan protokol di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (13/8/2020). Razia yang dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Kota Bandar Lampung itu guna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker menyusul bertambahnya kasus positif COVID-19 di Lampung.
Foto: ANTARA /Ardiansyah
Petugas gabungan memberikan sanksi kepada pengguna jalan yang tidak menggunakan masker saat razia masker di sejumlah jalan protokol di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (13/8/2020). Razia yang dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Kota Bandar Lampung itu guna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker menyusul bertambahnya kasus positif COVID-19 di Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Pasien positif Covid-19 di Provinsi Lampung kembali bertambah 50 kasus baru, sembuh 14 orang, meninggal dunia 3 orang pada Ahad (25/10). Dari jumlah penambahan tersebut, Kota Bandar Lampung terbanyak pasien positif Covid-19 sebanyak 36 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung dr Reihana mengatakan, penambahan hari ini sebanyak 50 kasus terdiri dari Kota Bandar Lampung 36 orang, Kabupaten Pesawaran 6 orang, Lampung Timur dan Tanggamus masing-masing 2 orang, Lampung Selatan, Lampung Barat, Lampung Tengah, dan Tulangbawang masing-masing 1 orang.

“Dari 50 kasus konfirmasipositif, hasil tracing 30 orang, kasu baru 20 orang, pasien yang isolasi mandiri 34 orang, dan pasien yang dirawat di rumah sakit 16 orang,” kata Reihana, Ahad (25/10).

Dari 50 kasus positif tambahan tersebut, dia mengatakan terdapat seorang satpam (28 tahun) di kantor BUMN Kabupaten Tanggamus, Lampung. Satpam tersebut ikut rapid test di kantornya pada 20 Oktober 2020 hasilnya reaktif. Besoknya diambil swab oleh petugas puskesmas. Hasilnya diketahui positif dari hasil laboratorium BPOM pada 23 Oktober 2020.

“Kondisi(satpam pasien 1.553) saat ini tanpa gejala dan menjalani isolasi di RSUD Tanggamus,” kata Reihana yang juga kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung.

Terdapat juga seorang ASN perempuan 29 tahun asal Kabupaten Lampung Barat. Pasien 1.561 tersebut tidak ada riwayat perjalanan luar kota. ASN tersebut melaksanakan Latihan Dasar (Latsar) CPNS. Setelah dilakukan rapid test sebagai syarat mengikuti Latsar hasil reaktif, kemudian diambil swab pertama dan kedua.

“Terkonfirmasi tanggal 24 Oktober 2020 dari hasil swab ke-1. Kondisi saat ini sehat dan isolasi mandiri,” ujarnya.

Selain itu, terdapat pasien laki-laki 47 tahun yang memiliki riwayat perjalanan ke Padalarang, Jawa Barat. Pulang dari Padalarang berobat ke RS swasta dengan keluharan demam, lemas, dan mual. Hasil rapid test reaktif, diambil swab positif. Saat ini dirawat di RS swasta di Kota Bandar Lampung.

Terdapat juga pasien positif berstatus pegawai negeri yang berobat karena batuk, sesak nafas lalu hasil rapid test reaktif, dan hasil swab positif. Bergejala ringan, namun diisolasi mandiri.

Ada juga pedagang pasar di Kota Bandar Lampung laki-laki 42 tahun, memiliki riwayat demam, batuk, mual, dan sakit kepala, berobat ke puskesmas. Hasil rapid test reaktif, dan swab positif. Saat ini dirawat di RS swasta kota Bandar Lampung.

Reihana mengatakan, terdapat positif yang telah selesai isolasi atau sembuh sebanyak 14 orang. Yakni dari Kota Bandar Lampung 11 orang, Kabupaten Tanggamus 2 orang, dan Tulangbawang 1 orang. Sedangkan kasus kematian bertambah tiga orang, yakni dari Bandar Lampung 2 orang, dan Lampung Timur 1 orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement